Feeds:
Posts
Comments

Scoliosis adalah sebuah kata yang asing bagi telinga sebagian orang termasuk saya. Kata ini pertama kali saya dengar dari diagnosa dokter yang memeriksa anak saya di tahun 2012.

Berawal dari rangkaian tes penerimaan sekolah ikatan dinas di BMKG serta STIS ( Sekolah Tinggi Ilmu Statistik). Ketika masuk tahapan tes kesehatan, ada diminta photo rontgent. Hasil rontgent disalah satu rumah sakit di Palembang sangat mengejutkan perawat yang ada disana dan kebetulan perawat ini kenalan baik istri saya. Kelainan ini disampaikan kepada istri agar tidak terdengan oleh anak saya. Beberapa saat kemudian istri telpon saya dengan suarat berat menahan tangis untuk menyampaikan berita kurang menyenangkan ini. Dibenak saya apa Scoliosis ini, mulailah saya aktif searching di dunia maya mencari sebanyak-banyaknya informasi tentang scoliosis. Banyak pertanyaan yang ada di pikiran kami sebagai orang tua, mencoba mengingat apa yang terjadi pada anak kami sebelum ini. Rasanya tidak ada satu alasan yang menjadi pemicu scoliosis anak ini.

Fase Bimbang.

Hasil pengumuman akhir dari penerimaan BMKG dan STIS anak saya dinyatakan LULUS dan bersamaan dengan itu hasil test di ITB juga dinyatakan LULUS. Dengan hasil lulusnya di STIS dan ITB ini menjadikan kami bimbang untuk memutuskan pilihan karena hal ini menyangkut kondisi phisik sang anak. Untuk itu kami memutuskan konsultasi dengan dokter spesialis tulang dan spine yang ada di Palembang, karena sebelumnya hanya photo rontgent thorax saja dan kali ini dokter spesialis ortopedy dan spine meminta photo rontgent ulang dari berbagai sudut pengambilan agar bisa ditentukan bagaimana bentuk dan berapa derajat kemiringan scoliosisnya. Namun sebelum itu disaat pemeriksaan palpasi dokter sudah menyimpulkan benar Scoliosis.

Setelah didapat photo yang diminta, dokter mengukur derajat kemiringannya, berkisar 28 derajat.dan tidak terdapat spine (tulang yang melintir). Beberapa pertanyaan kami ajukan ke dokter sebatas apa yang kami pahami (terus terang sangat sedikit info yang kami tahu karena sulitnya mencari akases ke sumber onformasi tentang scoliosis ini). Focus pada pertanyaan adalah suatu harapan, “Apakah Bisa disembuhkan ?”. Jawaban dokter, tidak bisa normal malah kemungkinan bertambah derajat kemiringan bisa jadi mengingat usia anak masih dalam pertumbuhan (belum mature) . Pernyataan dokter ini tentu membayangi perjalanan hidup sang anak karena menurut dokter di usianya 17 tahun sekarang jika tidak diatas maka setiap tahun dapat bertambah tingkat kemiringan minimal 3 derajat per tahunnya.dan tidak ada obat-obatan yang perlu dikonsumsi,. Dokter menyarankan untuk olahraga ringan seperti angkat badan (bergelantungan), renang.serta penggunaan Brace. ( sejenis rompi untuk menahan kemiringan tulang , harga brace yang paling murah berkisar mulai dari harga 5 juta rupiah yang dapat diperoleh di rumah sakit yang mendukung untuk pasien disposible).

Inilah fase yang membuat kami sulit mengambil keputusan terhadap study anak apakah mengambil ikatan dinas di STIS atau kuliah di ITB. Peritmbangan kami adalah kalau di STIS maka selesai pendidikan bisa langsung diangkat pegawai sehingga faktor penyakit scoliosis yang kemungkinan menjadi penghalang pada saat tes kesehatan penerimaan pegawai jika derajat kemiringan bertambah parah. akan teratasi. Sedangkan di ITB, maka ketika selesai pendidikan akan melamar pekerjaan lagi dan ini ada penghalang disisi kesehatan tersebut. Anakpun mengalami stress tinggi untuk memutuskan pilihannya disatu sisi dia sangat menginginkan ITB sebagai jalan menuju cita-citanya.

Setelah hampir 2 minggu bergulat dengan berbagai pertimbangan yang cukup berat, akhirnya kami putuskan untuk meninggalkan STIS dan kuliah di ITB dengan berbagai scenario yang akan diambil, sampai kemungknan terburuk sudah kami siapkan.

Kendala untuk kuliah di ITB muncul di awal pendaftaran, karena pendaftaran ulang di ITB saat itu sudah lewat dari ketentuan yang diberikan di ITB, dan saat itu calon mahasiswa baru sudah mengikuti kegiatan OSPEK seminar seven habbit, dsb. Anak saya masih harus berjuang meminta ke rektorat ITB agar masih bisa diberikan kesempatan mendaftar ulangdengan alasan saat itu adalah faktor kesehatan. Pengajuan surat permohonan diajukan dengan melampirkan surat keterangan dokter akan kondisi si anak saat itu. Alhamdulillah, ITB dapat memahami dan memberi kesempatan melalui keputusan wakil rektornya tetapi dengan pertimbangan kesehatan pihak ITB mengarahkan untuk pindah jurusan hal ini dimaksudkan si anak tidak terkendala dalam perkulihan karena ada keterbatasan scoliosisnya. Anak kami ternyata tetap berusaha untuk bisa tetap berada di juruan awal yang dia pilih, dan untuk itu membuat permohonan kembali ke pihak ITB agar tetap diberi kesempatan pada pilihan jurusan awal.

ITB meloloskan permohonan kami tetapi dengan syarat segala resiko yang terjadi selama perkuliahan yang berkaitan dengan penyakit scoliosis akan menjadi tanggung jawab kami sendiri, dimana ITB juga tidak memberikan rekomendasi apapun yang berkaitan dengan scoliosis jika suatu saat penyakit ini menjadi kendala selama mengikuti perkuliahan.

Ikhtiar dan Do’a

Focus selanjutnya setelah urusan pendidikan selesai dan anak bisa mengikuti perkuliahan adalah mencari berbagai informasi dari berbagai sumber, dan yang paling mudah adalah dengan mengakses internet. Berbagai blog yang berisi pengalaman penderita scoliosis menjadi bacaan sehari-hari, sehingga mulai memahami apa yang dirasakan penderita scoliosis dalam mengisi hari-harinya Sharing informasi sangat bermanfaat buat kami sebagai orang tua untuk memberikan dukungan penuh dan memberikan semangat kepada anak untuk tidak pernah menyerah dan kami yakinkan kesembuhan InsyaAllah pasti akan datang suatu saat.

Group diskusi seperti MSI ( Masyarakat Scoliosis Indonesia ) dan MSI Jakarta juga kami ikuti, semua untuk mendapat masukan sebanyak-banyaknya tentang Scoliosis. Alhamdulillah dari sharing sahabat dengan kendala yang sama, para pemerhati, simpatisan dan dokter-dokter spesialis orthopedy dan spine mulai memberikan pemahaman tentang scoliosis. Spesial terimakasih juga buat mbak Trie Kurniawati di MSI Jakarta yang banyak memberikan sharing berharga (pernah dikirim FAQ tentang scoliosis juga dalam bentuk file pdf).  Kisah inspirastif seperti yang dibuat oleh mbak Indi juga menjadi motivasi kuat bagi penderita Scoliosis. Hebat, mereka semua seperti satu bagian tubuh yang bisa saling merasakan bagaimana mereka menjalani hari-hari dengan berteman bersama scoliosis. Group diskusi ada yang di facebook juga ada di forum ini : http://www.msindonesia.org/forum

 

Photo: Info yang insya Allah bermanfaat : Bagi skolioser yg memiliki KTP DKI Jakarta dan tidak memiliki jaminan kesehatan dari asuransi manapun, insya allah bisa dilakukan tindakan koreksi skoliosis di RSCM menggunakan fasilitas Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Group diskusi MSI sangat bermanfaat, banyak informasi yang bisa didapat bahkan banyak relawan yang membantu dalam memberikan informasi, bahkan bantuan-bantuan lain bagi yang mempunyai keterbatasan ekonomi. Mereka sangat care terhadap para penyandang scoliosis. MSI kalau gak salah didirikan tanggal 27 April 2008, yang  dideklarasikan di Bandung walau usianya masih muda tetapi mereka sudah banyak memberikan manfaat. Saat ini diketuai oleh DR.dr.Luthfi Gatam, SpOT

Theraphy alternatif

Kami adalah keluarga yang berpikir rasional dan selalu mengedepankan tindakan medis untuk mengatasi keluhan penyakit. Suatu ketika anak kami ini meminta ijin untuk dipijat oleh seseorang yang sebelumnya pernah mengobati orang tua temannya yang menderita kanker payudara (Alhamdulillah sembuh total). Setelah kami pastikan tidak ada unsur mistis dengan jampi-jampi dalam pelaksanaan pijat tersebut maka saya ijinkan anak dipijat.Selang beberapa hari setelah dipijat saya amati bagian punggung anak, saya minta anak mengambil posisi tegak, membungkuk, sujud untuk melihat kondisi scoliosisnya. Saat itu saya agak heran karena posisi tulang yang menonjol saat itu sudah mulai masuk kedalam dan sedikit mulai rata/balance dengan posisi tulang sebelah kiri. Ketika saya sampaikan ke anak, dia bilang saya cuma ingin menyenangkan dia aja dengan memberi kabar gembira. Sampai kondisi ini, saya pun belum yakin akan perubahan yang begitu cepat. Untuk mempercepat proses kesembuhan anak dibekali semacam jamu, saat itu hanya ada 1 botol, harusnya 2 botol yang dibawa ke Bandung.

Liburan Semester I

Pencarian terhadap apapun yang bisa memberi kesembuhan scolisis tetap mejadi perburuan. Artikel theraphy dari luarpun dipelajari, ada beberapa brace dengan harga puluhan juta juga sudah sempat ditanya serius. Sampai kemungkinan akan coba pengobatan therahy diluar negeri sebagaimana tawaran di situs-situs mereka. Ya semua demi kesembuhan anak tentunya.

Bulan Desember,2012 anak saya pulang karena liburan semester I. Kesempatan ini kami gunakan untuk kontrol atau pijat kembali. Di Bulan Januari 2013, Orang yang memijat kami jemput ke rumah agar waktu lebih leluasa, maklum kalau ditempat prakteknya pasien cukup banyak bahkan bisa sampai larut malam antriannya.. Alhamdulillah ketika dipijat lagi ditunjukkan ke kami kalau kondisi tulang sudah normal, dan kami diminta untuk membuktikan secara medis melalui photo rontgent. Subhanallah. jika memang kesembuhan sudah Allah berikan. perasaan senang dan tak henti bersyukur kepada kemurahan Allah kepada kami.

 

Kontrol ke Dokter Spesialis

Untuk mendapatkan second opinion, kami memutuskan mengganti dokter orthopedy dan spine. Pilihan jatuh ke dokter yang praktek di RS RK Charitas. Tanggal 14 Januari 2013, konsultasi dengan membawa photo rontgent sebelum. Dokter memeriksa phisik anak. Kesimpulan dokter kondisi baik dan derajat kemiringan sudah tidak tampak kalaupun ada maka kata dokter tidak sampai 10 derajat, ( seorang masuk dalam katagori normal apabila derajat kemiringannya dibawah 10 derajat). Dokter hanya menyarankan photo ulang 6 bulan lagi selanjutnya menyarankan untuk tidak beraktifitas yang berat seperti badminton, lari, futsall dan olahraga yang memberikan penekanan berlebih pada tumpuan tulang.. Renang dilakukan dengan gaya dada, bergelantungan dengan mengangkat badan. Jadi perlu dijaga mengingat usia belum mature, nanti di usia 21 tahun maka pertumbuhan sudah berhenti.

Semangat Baru

Dengan kondisi yang kami dapatkan ini tentunya akan menjadi semangat dan warna baru bagi anak kami untuk menyongsong masa depannya. Oh iya disamping ikhtiar dengan cara di atas mungkin kami bisa sharing juga apa yang kami lakukan untuk anak kami yang mungkin semua itu saling mendukung untuk proses kesembuhan.

(1) lakukan theraphy sholat dengan gerakan sholat yang benar khususnya pada saat ruku’ dan sujud, sedikit diperlama karena kami meyakini hadist Nabi yang kurang lebih mengatakan gerakan sholat pada saat itu sampai bertemunya ruas-ruas tulang ke posisinya. Dan ini kami yakini juga membawa pengaruh sebagai bagian dari theraphy

(2) Renang seminggu sekali

(3) di Rumah kami buatkan gantungan dari besi agar anak bisa meregangkan tubuh dengan bergelantungan

(4) Ikhlas dan yakin akan pertolongan Allah, dan selalu berdo’a dalam setiap kesempatan khususnya dalam sholat malam

(5) di lingkungan keluarga antara suami dan istri harus harmonis, jangan ada ganjalan apapun dalam kehidupan sehari-hari

Berita gembira ini kami coba share juga di group FB MSI, sayangnya kurang mendapat respons dari para penderita scoliosis, saya tidak tahu apakah mereka ragu apa yang saya sampaikan ini benar atau memang ada keputusasaan dari mereka karena seolah-olah tidak ada jalan kesembuhan selain dengan operasi. Semoga para pembaca yang kebetulan memiliki masalah yang sama dengan anak saya yang saat ini berteman dengan scoliosis tetap semangat dan selalu yakin ada suatu rahasia dibalik semua yang diberikan kepada hamba-Nya. Anda adalah orang-orang pilihan dimuka Bumi ini. Dan yakinlah Allah akan memberi kesembuhan dengan berbagai jalan yang Allah ijinkan. Salam

 

 

Selamat Tinggal PKS

Hari ini (15 Juli 2010) ketika saya membaca artikel ( “Blog yang bikin warga PKS murka akhirnya ditutup“) di eramuslim.com sepertinya saya merasakan tulisan itu merupakan cerminan hati saya yang merupakan puncak kekecewaan saya kepada Partai Keadilan Sejahtera. Yang membedakan adalah waktunya saja, dimana kekecewaan saya sudah saya realisasikan sejak sebelum pemilu tahun lalu termasuk menjadi Golput.

Pada saat acara syukuran khitanan anak bungsu saya tanggal 10 Juli 2010 lalu saya sempat berbincang dengan salah satu kader PKS dimana beliau mengajak saya kembali aktif untuk sama-sama berdakwa melalui  PKS. Tetapi dengan alasan yang saya sampaikan dimana intinya hampir sama dengan kekecewaan ihwah pembuat blog  http://pkswatch.blogspot.com kemudian bukti-bukti seperti tulisan ini semakin menguatkan tekad saya untuk sayonara dengan PKS . Saya sampaikan kepada rekan saya tadi bahwa biarlah saya berjuang dijalan dakwah lain karena hati saya sudah tertutup untuk PKS dan saya sangat berterima kasih untuk segala bimbingan murabbi kepada saya selama lebih dari 10 tahun yang tentunya banyak mewarnai hidup saya. Biarlah kekecewaan saya menjadi bagian dari hidup saya.  Jalan dakwah masih terbuka luas disektor mana saja kita ingin mengisinya, dan semoga Ridho Allah senantiasa yang diberikan. Terakhir saya hanya mengucapkan Selamat Tinggal PKS.

Tulisan ini saya buat karena adanya pengunjung blog yang berdiskusi dengan saya setelah membaca tulisan “Cara Menghilangkan Kutil dan Tahi Lalat dengan cara tradisional 3M”. Yang ditanyakan apakah 3M bisa digunakan untuk menyembuhkan kutil yang ada (maaf) dibagian alat kelamin pria.

Tadinya saya berpikir kutil yang ada disekitar alat kelamin adalah Jengger Ayam dan ini bisa terkena pada pria maupun wanita. Jengger Ayam ini disebabkan oleh virus juga yang biasanya orang yang biasa melakukan hubungan sex bebas yang sering terkena penyakit ini atau istilahnya PMS. Pembaca blog saya ada yang sebelumnya menanyakan tentang jengger ayam ini (dia seorang wanita sudah bersuami dan keduanya hidup normal artinya tidak pernah melakukan hubungan suami isteri dengan selain pasangannya ini).  Untuk penggunaan 3M saya tidak rekomendasikan karena memang belum pernah terbukti dan belum pernah ada yang mencobanya.

Kembali ke pertanyaan awal, pemuda yang bertanya pada saat bilang dia tidak pernah sekalipun berhubungan suami isteri kemudian saya tanya apakah kutil tersebut menyebabkan gatal atau rasa sakit ternyata tidak. Lalu saya diinfokan bahwa penyakit yang ditanyakan mirip dengan “Peraly Penile Papula”. Ok..saya bilang nanti sepulang saya dari masjid saya akan cari di internet info tersbut. Nah..hasil seraching saya “Pearly Penile Papula” atau “White Penile Papula” itu sebenarnya bukan penyakit menular yang disebabkan bakteri atau virus tetapi mungkin karena bawaan genetik aja. Karena PPP ini tidak menyebabkan gatal dan rasa sakit, cuma bagi orang awam akan merasa khawatir apalagi pasangan kita jika tahu kondisi alat seperti itu.

Menurut dr. Grace NS Wardhana, Sp.KK  , kondisi ini merupakan kelainan yang disebut Pearly Penile Papule atau White Penile Papule. PPP muncul berupa bintil2 kecil berwarna putih , sering pada dasar glans penis atau pada muara folikel rambut, jumlahnya bisa sedikit tapi bisa juga banyak. PPP bukan penyakit yang disebabkan virus / bakteri / jamur, dan tidak menular. PPP juga tidak gatal maupun nyeri. PPP hanya merupakan variasi normal bentuk penis pada sebagian pria. Penyebab PPP belum diketahui pasti namun diduga karena ada sumbatan pada kelenjar sebum yang ada di penis. PPP tidak perlu diobati. Namun bila mengganggu penampilan, PPP dapat dihilangkan dengan laser CO2 ataupun dengan elektro kauterisasi (bedah listrik). Tindakan ini dilakukan oleh dokter spesialis kulit. Sejauh ini tidak ada krim yang berhasil menghilangkan Pearly Penile Papule. Pengobatan dengan Laser Co2 ataupun kauter memiliki keberhasilan yang cukup tinggi dan umumnya pasien merasa puas dengan hasil pengobatan. Tindakan ini umumnya dilakukan di Klinik.Spesialis Kulit karena tidak semua dokter spesialis kulit memiliki alat laser ini di praktek pribadinya. Tindakan ini termasuk tindakan yang ringan. Obat anestesi atau biusnya hanya berupa salep yang ditutul pada lesi PPP, didiamkan 45-60 menit hingga mati rasa, lalu dilaser / kauter. Pengerjaannya hanya sebentar, paling lama 30 menit. Pasca laser / kauter akan meninggalkan bekas luka kecil pada bagian yang dibuang PPP nya. Umumnya kulit akan menutup atau normal kembali dalam 7-10 hari.

Muslimah dan Ghibah

 Oleh: Wirza Rahmah*

Islam sebagai agama yang berpegang kepada Al-Qur’an dan sunnah mengajarkan umatnya untuk saling mengasihi dan menyayangi sesama. Menutupi aib dan kekurangan saudaranya merupakan salah satu bukti kasih dan sayang yang diajarkan Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin. Maka ketika seseorang membeberkan aib orang lain, walaupun itu benar adanya, ketika itulah ia menyalahi ajaran Islam yang mengharamkan ghibah (bergunjing). Secara bahasa ghibah berarti membicarakan orang lain. Dan secara istilah, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Saw., makna ghibah adalah menceritakan kekurangan saudara kita di belakangnya kepada orang lain. Seorang sahabat bertanya: walaupun perkara itu benar wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab: ya, itulah ghibah, jika perkara itu tidak benar, maka ia telah memfitnah saudaranya. Ironisnya, ghibah yang merupakan salah satu dosa besar ini, sering kali dilakukan oleh kaum hawa antar sesamanya. Bahkan para muslimah yang notabene orang-orang yang mengerti agama pun sering tergelincir ke dalam hal ini. Tidak jarang pembicaraan mereka dibumbui dengan gosip, ngerumpi, dan menggunjing. Hal ini, disadari atau tidak, memiliki dampak negatif yang cukup besar. Ia dapat merusak hubungan ukhuwah serta mencerai-beraikan ikatan kasih sayang sesama manusia. Al-Qur’an menggambarkan bahwa perumpamaan orang yang menggunjing ibarat memakan bangkai saudaranya. Allah SWT. berfirman: “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) sebagian yang lainnya. Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih.” (QS. Al Hujurat: 12). Sungguh hina perbuatan ghibah ini jika kita merenungkan sabda Nabi Saw: ”Ketika aku mi’raj (naik ke langit), aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya terbuat dari tembaga sedang mencakar wajah-wajah dan dada-dada mereka. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya.” (H.R. Abu Dawud).

Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadis ini adalah berbuat ghibah (menggunjing), sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12. Dalam hadis lain, dari shahabat Jabir bin Abdillah ra., beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah mencium bau bangkai yang busuk. Lalu Rasulullah bersabda: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah.” (H.R. Ahmad). Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ghibah, sehingga ia seakan demikian populer di tengah-tengah masyarakat.

Diantara faktor-faktor tersebut adalah:

1 Tidak tabayun sebelumnya, artinya ketika mendengarkan sesuatu yang jelek tentang seseorang tidak dicari tau kebenaran berita tersebut.

 2 Kemarahan seseorang terhadap saudaranya bisa menyebabkan terjadinya ghibah, karena dengan kemarahan itu, tanpa berfikir panjang ia gampang menyebutkan aib dan kekurangan saudaranya.

 3 Hasad dan dengki jika orang lain dipuji menyebabkan seseorang tidak bisa mengontrol lisannya. Dalam sebuah hadis Rasulullah Saw. bersabda: “Berhati-hatilah dengan kedengkian, karena dengki bisa memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”

4 Tidak teliti dalam mengungkapkan sesuatu atau menggambarkan tujuan yang dimaksud. Artinya, ketika seseorang salah dalam menyampaikan suatu berita, maka tidak tertutup kemungkinan si pendengar salah dalam memahami berita tersebut dan mengakibatkan salah persepsi.

 5 Berlepas diri dari suatu tuduhan dan kesalahan juga menjadi penyebab terjadinya ghibah, karena ingin membela diri.

6 Bercanda juga menjadi salah satu penyebab terjadinya gosip dan gunjingan, kerena membuka aib orang lain dan mencemarkan nama baik seseorang, walaupun tujuannya ingin membuat orang lain tertawa dan senang. Walaupun tidak dapat divonis secara umum, tapi juga tidak dapat dipungkiri bahwa ghibah banyak dilakukan oleh kaum wanita. Perasaan marah, dengki, malu lalu menutup kesalahannya, atau bahkan hanya untuk sekedar bercanda dan omong kosong saja, merupakan beberapa motivasi terjadinya ghibah ini. Acara kumpul ibu-ibu tidak jarang berubah menjadi ajang membicarakan orang lain. Contoh konkrit yang sering kita lihat di tanah air adalah ketika ibu-ibu arisan, bertemu di pasar, atau bahkan sedang menyuapkan anaknya di teras rumah dan berkumpul dengan teman sebaya. Ada saja hal-hal yang dianggap menarik untuk dibicarakan: gosip artis di televisi, tetangga yang bertengkar, urusan suami orang, dan lain sebagainya. Tentu saja, ini bukan berarti bahwa kaum adam tidak terjangkit ‘kegiatan ini’. Padahal, ghibah ini jika sering dilakukan akan berdampak negatif bagi si pelakunya, diantaranya: mengeraskan hati, mendapatkan murka dan kemarahan Allah, sehingga azab pedih dari Allah yang akan diterimanya di kubur dan di akhirat nanti. Adapun dampak negatif dalam masyarakat, ghibah bisa menimbulkan perselisihan dan perpecahan, sehingga akan sulit tercipta ketenangan dan hubungan yang harmonis ditengah-tengah masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa kiat yang bisa menangkal bahaya ghibah:

1 Meningkatkan ketaqwaan dengan mendekatkan diri kapada Allah, misalnya sering bertilawah dan berzikir agar hati menjadi lunak dan jiwa menjadi tenang.

2 Berfikir sebelum memulai pembicaraan, agar yang keluar dari mulut adalah perkataan yang baik-baik saja, dan mengingat bahwa semua yang kita bicarakan dan kerjakan akan dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid.

3 Tabayun sebelum menyampaikan berita, supaya ukhuwah tetap terjaga dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

4 Mengingatkan orang lain ketika ia menceritakan saudaranya, agar ia tidak terjatuh kedalam lembah yang bernama ghibah. Ada beberapa pengecualian yang disebutkan Imam Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim dan Riyadhus Shalihin.

Beliau menyebutkan bahwa menyebut keburukan orang lain diperbolehkan untuk tujuan syara’, yaitu yang disebabkan oleh enam hal:

1 Orang yang teraniaya (mazhlum) boleh menceritakan dan mengadukan kezaliman orang yang menzhaliminya kepada seorang penguasa atau hakim atau kepada orang yang berwenang untuk menegakkan amar makruf nahi munkar dan memutuskan suatu perkara dalam rangka menuntut hak orang yang teraniaya ini. Asalkan ia bertujuan untuk meminta bantuan dan keadilan, karena Al-Qur’an dalam surat An-Nisa ayat 148 sudah menerangkan hal ini: “Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

2 Meminta tolong untuk mencegah kemungkaran dan mengembalikan orang yang berbuat maksiat kembali ke jalan yang benar. Hal ini termasuk amar ma’ruf nahi munkar.

3 Meminta fatwa (istifta’) atau minta keterangan terhadap suatu penjelasan, hal ini hanya boleh dilakukan dengan tidak menyebutkan keburukan seseorang secara berlebihan. Sebagai contoh kita mengambil ibrah dari kisah istri Abu sofyan yang diam-diam mengambil uang suaminya lalu ia mengadukan kepada Rasulullah saw kalau suaminya pelit, lalu Rasulullah saw membolehkannya asalkan tidak berlebihan.

4 Memperingatkan kaum muslimin dari beberapa kejahatan seperti:

a. Apabila ada perawi hadis, saksi, atau pengarang buku yang bersifat jelek atau berkelakuan tidak baik, menurut ijma’ ulama kita boleh bahkan wajib memberitahukannya kepada kaum muslimin. Hal ini dilakukan untuk memelihara kebersihan syariat. Ghibah dengan tujuan seperti ini jelas diperbolehkan, bahkan diwajibkan untuk menjaga kesucian hadis dan syariat. Apalagi hadis merupakan sumber hukum kedua bagi kaum muslimin setelah Al-Qur’an.

b. Apabila kita melihat seseorang membeli barang yang cacat atau membeli budak (untuk masa sekarang bisa dianalogikan dengan mencari seorang pembantu rumah tangga) yang pencuri, peminum khamar, dan sejenisnya, sedangkan si pembelinya tidak mengetahui, maka kita boleh memberitahunya untuk memberi nasihat atau mencegah kejahatan terhadap saudara kita, bukan untuk menyakiti salah satu pihak.

c. Apabila kita melihat seorang penuntut ilmu agama belajar kepada seseorang yang fasik atau ahli bid’ah dan kita khawatir terhadap bahaya yang akan menimpanya. Maka kita wajib menasehati dengan cara menjelaskan sifat dan keadaan guru tersebut dengan tujuan hanya untuk kebaikan semata.

 5. Menceritakan kepada khalayak ramai tentang seseorang yang berbuat fasik atau ahli bid’ah seperti, peminum minuman keras, penyita harta orang lain secara paksa, pemungut pajak liar atau perkara-perkara bathil lainnya. Ketika menceritakan keburukan itu kita tidak boleh menambah-nambahinya dan hanya diniatkan untuk kebaikan.

 6. Jika seseorang sudah dikenal dengan julukan si pincang, si pendek, si bisu, si buta, atau sebagainya, maka kita boleh memanggilnya dengan julukan-julukan itu agar orang lain langsung mengerti,namun jika tujuannya untuk menghina, maka haram hukumnya. Jika ia mempunyai nama lain yang lebih baik, maka lebih baik memanggilnya dengan nama lain itu. Wahai para muslimah! Ku persembahkan tulisan ini agar kita bisa saling mengingatkan ketika lupa, dan sama-sama kita berdoa kepada Allah agar lidah-lidah kita selalu terjaga dari hal-hal yang dilarang. Untuk kaum Adam semoga juga bisa mengambil ibrah dari tulisan ini. Wallahu a’lam bi ash-shawab.

*Mahasiswi S2 Liga Arab & tk 4 Tafsir al-Azhar – Gen 2 MAKN Putri

source: http://almakkiyat.wordpress.com/

Zaman dahulu ada seorang ahli ibadah (abid) dari Bani Israil yang dikatakan paling shalih di zamannya. la mempunyai tiga kawan bersaudara dengan seorang adik yang masih gadis, satu-satunya saudara perempuan mereka.

Pada satu ketika, ketiga kawannya itu hendak pergi mengadakan perjalanan untuk berjihad di jalan Allah. Namun mereka sulit mendapati orang yang dapat dititipi saudara perempuannya, sekaligus dapat dipercaya untuk menjaganya. Akhirnya mereka sepakat, adiknya akan dititipkan pada si abid dan mempercayakan perihal saudara perempuan mereka sepenuhnya kepada ahli ibadah itu.

Ketiganya pun mendatangi si abid dan meminta kepadanya agar berkenan untuk dititipi. Mereka mengharapkan agar saudara perempuan mereka berada di dekatnya sampai mereka pulang dari perjalanan perang.
Namun, si abid menolaknya.

Ketiga bersaudara itu terus berusaha dan meminta si abid agar mau menerimanya.
Akhirnya, si abid pun mau menerima, seraya mengatakan, “Tempatkan saja ia di rumah yang berdampingan dengan tempat ibadahku ini!”
Mereka menempatkan gadis itu di rumah tersebut sebagaimana yang dikatakan si abid. Kemudian, ketiganya pun pergi berperang di jalan Allah.

Setan Mulai Bersiasat
Gadis itu sudah cukup lama berada di kediaman dekat tempat si abid. Sementara si abid biasa menaruh makanan di bawah tempat ibadahnya untuk diambil oleh gadis itu. la tidak mau mengantar makanan ke rumah yang ditempati wanita itu. la meminta agar gadis itulah yang mengambilnya. Maka gadis itulah yang selalu keluar dari tempatnya untuk mengambil makanan setiap hari.

Setan pun datang membujuk si ahli ibadah dengan menggambarkan kebaikan. Setan mengatakan kepadanya, kalau wanita itu selalu keluar dari rumahnya di waktu siang untuk mengambil makanan, nanti akan ada orang yang melihat dan menyergapnya. Setan berbisik kepadanya, “Jika engkau yang pergi sendiri untuk mengantarkan makanan dan menyimpan di pintu rumahnya, itu akan lebih baik dan lebih besar pahalanya bagimu.”

Setan tak henti-hentinya membisikkan suara tersebut sampai akhirnya sang ahli ibadah menurutinya. Maka ia sendiri yang menyimpan makanan di dekat pintu rumah tempat gadis tadi berdiam.
Namun, ketika meletakkan makanan di depan pintu, ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun.

Cukup lama si abid melakukan hal itu. Hingga setan datang lagi kepada si abid dan menganjurkan agar dirinya mau menambah “kebaikan”. Setan berbisik kepadanyq, “Jika engkau mengajak ngobrol kepadanya, ia akan merasa tenteram dengan obrolanmu. Sebab, ia sedang kesepian sekali.”
Setan tak henti-hentinya merayu si abid agar mau melakukan apa yang dibisikkannya itu.

Akhirnya; ahli ibadah ini terkadang mengajak ngobrol gadis tersebut dari atas tempat ibadahnya. la tidak mau turun ke bawah, karena takut terkena dosa.
Selanjutnya setan 8atang lagi kepada si abid dan mengatakan, “Jika engkau turun ke bawah dan duduk di pintu tempat ibadahmu untuk bercakap-cakap dengannya dan dia pun tetap berada di pintu rumahnya, itu lebih baik dan menambah rasa tenang kepadanya.”

Setan tak henti-hentinya merayu sang ahli ibadah hingga si abid pun mau melakukannya. la duduk di pintu tempat ibadahnya, begitu juga si gadis di pintunya. Mereka pun saling bercakapcakap.
Cukup lama dua orang tersebut terus-terusan melakukan kebiasaan bercakap-cakap di atas pintu masing-masing.

Seperti biasanya, setan datang lagi membujuk si abid agar melakukan “kebaikan” yang lebih banyak lagi. Setan berbisik, “Jika engkau keluar dari tempat ibadahmu lalu mendekati pintu rumahnya dan engkau berbicara dengannya, ia akan lebih tenteram dan lebih merasa senang. Itu kebaikan yang besar. la tidak harus keluar dari rumahnya. Biarlah ia berada di dalam rumahnya dan engkau di luar.”
Setan tak henti-hentinya membisikkan hal tersebut. Akhirnya si abid pun mau melakukan apa yang dibisikkan kepadanya itu.

Si abid akhirnya terbiasa mendekati pintu rumah tempat gadis tadi berdiam. la bercakap-cakap dengannya. Padahal, awalnya ia tak pernah beranjak dari tempat ibadahnya. Kalaupun untuk mengajak berbicara kepada gadis itu, ia melakukannya dari atas dan tidak mau turun ke bawah. Cukup lama kebiasaan yang dilakukan oleh sang ahli ibadah tersebut.

Selanjutnya setan datang kepada sang ahli ibadah dan berbisik, “Jika engkau masuk ke dalam rumahnya, lalu engkau bercakap-cakap dengannya, itu lebih baik. Sebab, jika engkau ada di dalam, wanita itu tetap tidak terlihat orang lain.”
Ahli ibadah ini mengikuti saran setan sehingga ia pun masuk ke dalam rumah tersebut.
Hampir seharian penuh, setiap hari, si ahli ibadah bercakap-cakap dengan si gadis.
Ketika waktu telah menjelang sore, ia baru naik ke atas tempat ibadahnya untuk melanjutkan ibadahnya.

Terjadilah Perzinaan
Setan selalu datang kepada si abid untuk merayunya setiap saat. Lama-kelamaan si abid bahkan sampai dapat menyentuh tubuh gadis tersebut.
Setan terus-menerus mengganggu si abid dan si gadis. Dan, terjadilah perzinaan.
Akhirnya, wanita itu pun hamil dan melahirkan seorang anak laki-laki.
Setan pun datang kembali kepada si abid dan berkata kepadanya, “Bagai
mana kalau nanti saudara-saudara perempuan ini datang sementara ia melahirkan anak darimu? Apa yang akan engkau katakan? Mereka pasti akan mencela dan menghajarmu. Kareha itu, bunuh saja anak itu. Perempuan itu pasti akan menutupi rahasia ini. Sebab, ia juga takut kepada saudara-saudaranya kalau mereka mengetahuinya.”

Maka si abid melakukan apa yang disarankan oleh setan tersebut, yaitu membunuh anak itu.
Setelah dia membunuh anak laki-laki itu, setan berkata kepadanya, “Tapi, wahai pemuda, apa kau yakin perempuan itu akan menyembunyikan apa yang dilakukan olehmu? Sudah, bunuh saja dia!”
Si abid pun akhirnya membunuh perempuan itu dan menguburkannya bersama anaknya. la meletakkan batu besar di atas kuburan anak dan ibunya tersebut.
Setelah itu, ia naik ke atas tempat ibadahnya untuk meneruskan ibadah.

Mati Su’ul Khatimah
Tidak lama setelah kejadian itu, datanglah ketiga_saudara perempuan yang dibunuh tadi dari berperang. Mereka langsung menuju ke tempat si abid, menanyakan perihal saudara perempuan mereka.
Mendengar pertanyaan tersebut, si abid menangis dan menceritakan kejadian yang mengerikan. la menyebutkan, saudara perempuan mereka meninggal karena suatu penyakit. “Saya sangat mengenalnya, ia adalah seorang wanita yang baik. Kuburannya ada di suatu tempat,” kata si abid sambil menunjukkan sebuah kuburan yang agak jauh dari tempat ibadahnya.

Mereka segera mendatangi tempat yang ditunjukkan si abid. Sesampainya di sana, ketiganya menangis. Beberapa hari mereka tak henti-hentinya menziarahi kuburan adiknya. Setelah itu mereka pun pulang ke rumah keluarga asal mereka.
Ketika malam tiba dan mereka telah tertidur, setan datang dalam mimpi mereka. Dalam mimpi tersebut setan muncul dalam bentuk seorang laki-laki yang sedang melakukan perjalanan. Setan memulai mendatangi orang yang paling tua di antara mereka dan bertanya mengenai saudara perempuannya.
Sang kakak yang paling besar pun menceritakannya sebagaimana berita yang diterimanya dari si abid dan ia telah mengunjungi kuburannya.
Setan menyatakan bahwa kabar tersebut adalah dusta, “Apa yang dikabar kan olehnya tentang saudara perempuanmu hanya bualan. Justru ia telah menghamilinya dan adikmu melahirkan anak laki-laki. Karena takut diketaliui, ia membunuhnya dan membunuh pula ibunya. la memasukkan keduanya ke dalam sebuah lubang yang telah digali di balik pintunya, yaitu di sebelah kanan. Silakan engkau datangi tempat tersebut dan buktikan saja di sana. Kalian akan menemukan keduanya sebagaimana yang aku beritakan ini!”

Selanjutnya setan mendatangi kedua saudaranya yang lain dan menyampaikan kabar yang sama.
Ketiganya merasa kaget atas mimpi itu sebab mereka memimpikan hal yang sama. Saudara yang paling besar berkata, “Ah, itu hanya mimpi. Tidak ada apa-apanya. Sudah, jangan kalian hiraukan, kita biarkan saja!”
Saudara yang paling kecil berkata, “Demi Tuhan, saya tidak akan tenang kecuali setelah membuktikan tempat yang ditunjukkan itu.”

Akhirnya ketiganya berangkat mendatangi rumah bekas hunian adik perempuan mereka. Mereka membuka pintu rumah tersebut dan mencari tempat yang disebutkan oleh setan kepada mereka di dalam mimpi. Benar saja, mereka menemukan saudara perempuan dan anaknya telah digorok lehernya dan diletakkan di tempat itu.
Mereka pun datang kepada si abid dan menanyakan keadaan yang sebenarnya.
Akhirnya si abid membenarkan apa yang dikatakan oleh setan tadi.

Ketiga saudara perempuan tersebut akhirnya membawa turun si ahli ibadah dan menghadapkannya kepada raja. Sang ahli ibadah divonis mati dengan disalib.
Ketika si abid sudah diikat di atas kayu untuk dibunuh, datanglah setan kepadanya dan berkata, “Aku ini sahabatmu yang mengujimu dengan perempuan yang engkau hamili dan bunuh itu. Jika engkau ikuti perintahku hari ini dan kafir kepada Allah… aku akan menyelamatkanmu dari bahaya yang sedang engkau hadapi ini.”
Si abid mengiyakan anjuran setan, yaitu kufur kepada Allah.
Ketika ia telah kafir, setan meninggalkannya dan orang-orang membunuhnya. diambil dari http://www.madinatulilmi.com/

Islamic Widget

Demam Berdarah di Indonesia merupakan jenis penyakit yang selalu mewabah disetiap daerah,dan penyakit ini tidak pilih usia. Tanda-tanda penyakit ini sangat mirip dengan gejala penyakit typhoid/typhus. Sehingga terkadang kalau terlambat penanganannya akan mengakibatkan resiko kematian. Nah..karena resiko yang diakibatkan oleh DBD sangat fatal apabila tidak dilakukan perawatan intensif  (biasanya kalau sdh terkena DBD, dirawat di RS paling tidak 5 sampai dengan 1 minggu). Perawatan di RS, tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit belum lagi pengorbanan waktu buat keluarga.

Alternatif  yang ditawarkan tentunya yang dapat mengatasi serangan DBD, dan saya yakin Anda sudah  banyak mendapat rekomendasi dari orang-orang disekitar kita tentang beberapa ramuan yang perlu dicoba untuk mengatasi DBD seperti ada yang menganjurkan  menggunakan angkak merah,  juice korma,  juice jambu klutuk merah (guava) atau obat-obatan herbal lainnya. Ya..apapun itu intinya semua untuk kesembuhan dan tidak menguras kocek kantong kita.

Nah..kali ini ada ramuan alternatif lain yang patut Anda pertimbangkan untuk dicoba karena sangat ampuh untuk mengatasi DBD, yaitu melalui rebusan daun Ubi Jalar. Wah..ngga kebayang ya…tanaman yang umbinya kita sepelekan sebagai panganan kelas bawah atau kampungan  selama ini ternyata menyimpan rahasia obat yang mujarab.

Seperti apa sih tanaman ubi jalar ini dan seperti apa bentuk daunnya dan bagaimana pengolahan agar bisa bermanfaat sebagai obat DBD ?.  Berikut salah satu gambar yang saya dapat di internet.

ubi-jalar

Gbr. Ubi Jalar dan daunnya

Cara penggunaan agar bermanfaat sebagai obat DBD :

1. Ambil pucuk daun ubi jalar kira-kira sebanyak satu ikat ( kurang lebih 20 an pucuk), lalu cuci bersih.

2. Rebus dengan 1 liter air selama +/-   1 jam. Alat merebus sebaiknya dari bahan tanah atau kaca (menurut pakar herbal, prof.Hembing sangat baik dibanding pakai panci dari alumunium). Tapi kalau tidak ada tidak mengapa.

3. Saring rebusan daun ubi jalar tadi dan ambil airnya lalu minumkan ke penderita DBD sebagai pengganti air minum.  Dosisnya +/- seliter sehari (cukup 1 kali rebusan)

Ubi Jalar ini di salah satu postingan disingkat jadi daun ULAR (kependekan dari Ubi Jalar, he he  kreatif juga ya).

Informasi dari yang sudah nyoba, seperti ini :

Resep ini sudah saya coba beberapa kali. Ponakan kena DBD, trombosit turun ke 80 ribu, sehari diberi rebusan daun ular, langsung naik diatas 150 ribu. Beberapa teman juga  sudah saya suruh coba, ampuh Boss. Isteri saya 3 minggu lewat di “vonis” DBD oleh dokter, tanpa lihat hasil labnya, langsung saya kasih daun ular, besoknya test lagi Trombositnya jadi 396. Gila, maximumnya biasanya 400 ribu. padahal waktu dibilang DBD, trombosit istri saya masih 150 ribu. Hebat tenan.
Ya..begitulah infonya semoga saja obat alternatif  untuk mengatasi DBD menjadi ramuan yang mujarab untuk mengatasi penyakit yang sering merenggut korban nyawa bagi penderitanya. Tidak salahnya untuk mencoba sebagai ikhtiar kesembuhan, karena setiap penyakit pasti ada obatnya dan Allahlah sebaik-baiknya penyembuh. Kita bermohon kesembuhan kepada-Nya, yang InsyaAllah diturunkan obat tersebut melalui daun Ubi Jalar ini.

Jika Anda sudah membuktikan sendiri akan keampuhan ramuan ini, Anda bisa sharing di sini agar Saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan obat DBD bisa memanfaatkan informasi tersebut dengan benar.

Di comment artikel ini juga sudah ada yang mencoba ramuan ini, silahkan disimak.

wallahu alam

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.