Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2007

Orang-orang yang keras hati tidak akan mengenal kasih sayang. Tidak ada sedikitpun kelembutan pada diri mereka. Hati mereka keras bagaikan karang. Kaku tabiat, baik ketika memberi maupun menerima. Kurang peka perasaan, lagi tipis peri kemanusiannya. Berbeda halnya dengan orang yang dikaruniai Alloh Ta’ala hati yang lembut, penuh kasih sayang lagi penuh kemurahan. Dialah yang layak disebut pemilik hati yang agung penuh cinta. Hati yang diliputi dengan kasih sayang dan digerakkan oleh perasaan yang halus.Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata, yang artinya: “Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam pernah membawa putra beliau bernama Ibrahim, kemudian mengecup dan menciumnya.” (HR: Al-Bukhari)Kasih sayang tersebut tidak hanya terkhusus bagi kerabat beliau saja, bahkan beliau curahkan juga bagi segenap anak-anak kaum muslimin. Asma’ binti ‘Umeis Radhiallaahu anha –istri Ja’far bin Abi Thalib- menuturkan, yang artinya: “Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam datang menjengukku, beliau memanggil putra-putri Ja’far. Aku melihat beliau mencium mereka hingga menetes air mata beliau. Aku bertanya: “Wahai Rasululloh, apakah telah sampai kepadamu berita tentang Ja’far?” beliau menjawab: “Sudah, dia telah gugur pada hari ini!” Mendengar berita itu kamipun menangis. Kemudian beliau pergi sambil berkata: “Buatkanlah makanan bagi keluarga Ja’far, karena telah datang berita musibah yang memberatkan mereka.” (HR: Ibnu Sa’ad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)Ketika air mata Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menetes menangisi gugurnya para syuhada’ tersebut, Sa’ad bin ‘Ubadah Radhiallaahu anhu bertanya: “Wahai Rasululloh, Anda menangis?” Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam”Ini adalah rasa kasih sayang yang Alloh Ta’ala letakkan di hati hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya hamba-hamba yang dikasihi Allah Ta’ala hanyalah hamba yang memiliki rasa kasih sayang.” (HR: Al-Bukhari) menjawab: Ketika air mata Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menetes disebabkan kematian putra beliau bernama Ibrahim, Abdurrahman bin ‘Auf Radhiallaahu anhu bertanya kepada beliau: “Apakah Anda juga menangis wahai Rasulullah?” Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menjawab: “Wahai Ibnu ‘Auf, ini adalah ungkapan kasih sayang yang diiringi dengan tetesan air mata. Sesungguhnya air mata ini menetes, hati ini bersedih, namun kami tidak mengucapkan kecuali yang diridhai Allah Ta’ala. Sungguh, kami sangat berduka cita berpisah denganmu wahai Ibrahim.” (HR: Al-Bukhari)Akhlak Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam yang begitu agung memotivasi kita untuk meneladaninya dan menapaki jejak langkah beliau. Pada zaman sekarang ini, curahan kasih sayang terhadap anak-anak serta menempatkan mereka pada kedudukan yang semestinya sangat langka kita temukan. Padahal mereka adalah calon pemimpin keluarga esok hari, mereka adalah cikal bakal tokoh masa depan dan cahaya fajar yang dinanti-nanti. Kejahilan dan keangkuhan, dangkalnya pemikiran serta sempitnya pandangan menyebabkan hilangnya kunci pembuka hati terhadap para bocah dan anak-anak. Sementara Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam, kunci pembuka hati itu ada di tangan dan lisan beliau. Cobalah lihat, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa membuat anak-anak senang kepada beliau, mereka menghormati dan memuliakan beliau. Hal itu tidaklah mengherankan, karena beliau menempatkan mereka pada kedudukan yang tinggi.Setiap kali Anas bin Malik melewati sekumpulan anak-anak, ia pasti mengucapkan salam kepada mereka. Beliau berkata, yang artinya: “Demikianlah yang dilakukan Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam .” (Muttafaq ‘alaih)Meskipun anak-anak biasa merengek dan mengeluh serta banyak tingkah, namun Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah marah, memukul, membentak dan menghardik mereka. Beliau tetap berlaku lemah lembut dan tetap bersikap tenang dalam menghadapi mereka. Dari ‘Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata, yang artinya: “Suatu kali pernah dibawa sekumpulan anak kecil ke hadapan Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam , lalu beliau mendoakan mereka, pernah juga di bawa kepada beliau seorang anak, lantas anak itu kencing pada pakaian beliau. Beliau segera meminta air lalu memer-cikkannya pada pakaian itu tanpa mencucinya.” (HR: Al-Bukhari)Wahai pembaca yang mulia, engkau pasti mengetahui bahwa duduk di rumah Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam Shalallaahu alaihi wasalam selaku nabi umat ini, melakukan semua hal itu merupakan sebuah kehormatan. Lalu, tidakkah terlintas di dalam lubuk hatimu? Bermain dan bercanda ria dengan si kecil, putra-putrimu? Mendengarkan tawa ria dan celoteh mereka yang lucu dan indah? Ayah dan ibuku sebagai tebusannya, RasulullohAbu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: “Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali Radhiallaahu anhu. Iapun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.” (Lihat Silsilah Shahihah no.70)Anas bin Malik Radhiallaahu anhu menuturkan, yang artinya: “Rasululloh sering bercanda dengan Zainab, putri Ummu Salamah Radhiallaahu anha, beliau memanggilnya dengan: “Ya Zuwainab, Ya Zuwainab, berulang kali.” (Zuwainab artinya: Zainab kecil) (Lihat Silsilah Hadits Shahih no.2141 dan Shahih Al-Jami’ 5-25)Kasih sayang beliau kepada anak tiada batas, meskipun beliau tengah mengerjakan ibadah yang sangat agung, yaitu shalat. Beliau pernah mengerjakan shalat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasululloh dari suaminya yang bernama Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’. Pada saat berdiri, beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya. (Muttafaq ‘alaih)Mahmud bin Ar-Rabi’ Radhiallaahu anhu mengungkapkan, yang artinya: “Aku masih ingat saat Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menyemburkan air dari sebuah ember pada wajahku, air itu diambil dari sumur yang ada di rumah kami. Ketika itu aku baru berusia lima tahun.” (HR: Muslim)

Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa memberikan pengajaran, baik kepada orang dewasa maupun anak-anak. Abdullah bin Abbas menuturkan: “Suatu hari aku berada di belakang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, beliau bersabda, yang artinya: “Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Alloh, pasti kamu selalu mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Alloh, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR: At-Tirmidzi)

Telah kita saksikan bersama keutamaan akhlak dan keluhuran budi pekerti serta sejarah kehidupan yang agung. Semoga semua itu dapat menghidupkan hati kita dan dapat kita teladani dalam mengarungi bahtera kehidupan. Putra-putri yang menghiasi rumah kita, selalu membutuhkan kasih sayang seorang ayah serta kelembutan seorang ibu. Membutuhkan belaian yang membuat hati mereka bahagia. Sehingga mereka dapat tumbuh dengan pribadi yang luhur dan akhlak yang lurus. Siap untuk memimpin umat, sebagai buah karya dari para ibu dan bapak, tentu saja dengan taufik dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala.(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam , Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim) 

Advertisements

Read Full Post »

Senam Tauhid, yaitu senam yang gerakan-gerakannya didasarkan oleh gerakan shalat tahajud. Yakni, gerakan olah tubuh dan pernapasan,” senam ini diciptakan oleh Prof dr M Sholeh.Menurut penciptanya , Senam Tauhid yang diciptakannya ini terinspirasi dari fenomena kuatnya fisik Nabi Muhammad SAW. Nyaris dalam hidupnya, Nabi Muhammad tak pernah ‘berteman’ dengan penyakit-penyakit mematikan yang pernah dikenal manusia seperti jantung, stroke, dan sebagainya.
Padahal, boleh dibilang nabi Muhammad sangat jarang istirahat. “Ini yang membuat prof. Sholeh melakukan penelitian dan akhirnya menciptakan gerakan senam Tauhid,”  hasil penelitiannya pernah dipresentasikan di Harvard University Amerika Serikat, mewakili Indonesia dari 50 peneliti se-dunia. Doktor pada bidang psikoneoroimunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini menautkan tiga disiplin ilmu sekaligus, agama (shalat tahajud), psikologi (konstantasi jiwa sewaktu melakukan shalat atau ‘niat ikhlas’), dan kedokteran (ketahanan tubuh akibat pengaturan darah yang efektif dan berkelanjutan).
Ketiga ilmu tersebut, lanjutnya, bertemu dalam sebuah laku spiritual yang setiap Muslim pasti tahu dan barangkali pernah melakukannya, walau tak intensif yakni tahajud. 
“Shalat tahajud seperti apa yang bisa demikian itu? Tentu, shalat tahajud yang dilandasi dengan niat yang ikhlas serta pasrah,”
Sebenarnya makna ikhlas sudah tersirat abadi dari ayat suci Al-Quran.
“Shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya bagi Allah SWT (Qs 6:162).
Dari penelitian tersebut,Prof Sholeh, menyimpulkan bahwa keikhlasan dan ketenangan dalam mendirikan salat berkaitan erat dengan irama sirkadian yang merupakan elemen penting dalam fisiologis tubuh. Komponen-komponen yang terkait langsung dengan sirkadian adalah pola tidur-bangun, kesiapan bekerja, pengaturan autonomik (sekresi adrenalin, kortisol), proses vegetasi (metabolisme) temperatur tubuh, denyut jantung, dan tekanan darah.

Dikatakannya, jam kerja biologis irama sirkadian ini secara endogen berjalan 24 jam sehari. Dan, akan meningkat pada siang hari dan menurun pada malam hari.  Nah, kalau irama tersebut tidak dikelola, biasanya gejala yang muncul adalah gangguan tidur, nyeri perut, nyeri ulu hati, tidak ada nafsu makan, badan terasa lemah, merasa sangat lelah, dan gangguan saluran pernapasan.
“Semua itu terjadi karena tubuh tak berhasil beradaptasi dengan perubahan irama sirkadian. Gangguan adaptasi ini ditunjukkan dari gambaran kortisol yang seharusnya menurun pada malam hari,”
 Prof Sholeh mengatakan irama biologis dan kortisol berkolerasi dengan suasana terang dan gelap. “Pada malam hari di mana kondisi gelap, maka terjadi penurunan kortisol. Biasanya kadar terendahnya antara jam 00.00-02.00. Dan pada jam-jam itu juga tahajud dianjurkan. Bagusnya, dua rakaat dilakukan dalam satu jam. Setiap gerakan kurang lebih sepuluh menit,” katanya.
Menurut Prof Sholeh, salat tahajud yang dijalankan dengan penuh kesungguhan, khusuk dan ikhlas akan menumbuhkan persepsi dan motivasi positif. Gejala yang bisa dilihat adalah bahwa pengamal shalat tahajud itu akan menghadapi hidup secara realistis dan optimis serta tetap bersikap konstruktif. Sebaliknya, ketidakikhlasan hanya akan menimbulkan kekecewaan, kecemasan, presepsi negatif, dan rasa tertekan.
Negatif atau positifnya persepsi, dapat diukur dari besaran kortisol darah yang bekerja. Jika kortisol darahnya tetap rendah dan stabil, maka dipastikan bahwa kekhusyukan shalat tahajud tercapai. Demikian sebaliknya. Dapat disimpulkan,  tolok ukur dari niat ikhlas itu adalah bilangan kortisol.

Kemudian untuk memberikan efek optimal bagi tubuh dalam mencapai kebugaran (sangat bagus bagi penderita ganguan kesehatan) dilanjutkan dengan melakukan senam tauhid yang dilaksanakan sehabis Sholat Subuh. Seperti apa Senam tauhid itu, silahkan download di link di bawah ini.

Update :

Saya sudah menyediakan file gerakan senam tauhid (sudah ada sound) yang di split dan dapat didownload :

 

http://www.ziddu.com/download/2762590/senam-1.flv.rar.html

http://www.ziddu.com/download/2762621/senam-2.flv.rar.html

http://www.ziddu.com/download/2762667/senam-3.flv.rar.html

http://www.ziddu.com/download/2762719/senam-4.flv.rar.html

http://www.ziddu.com/download/2762753/senam-5.flv.rar.html

http://www.ziddu.com/download/2768866/senam-6.flv.rar.html

http://www.ziddu.com/download/2768894/senam-7.flv.rar.html

http://www.ziddu.com/download/2768901/senam-h.rar.html

 

file tsb harus di extract terlebih dahulu (karena saya compress agar extention file bisa dikenali) kemudian jalankan software ini  untuk menggabungkan file-file tersebut. Untuk menggabungkannya cukup pilih file dengan extention .h001 serta pilh size M dengan besar 40 lalu klik button JOIN, maka akan Anda dapatkan file hasil penggabungan berextention flv.

Semoga bermanfaat.

 

 

Read Full Post »

Beratnya Beban Hidup

Ini adalah kisah tentang seorang siswi di sebuah sekolah putri di Palestina. Hari itu dewan sekolah berkumpul seperti biasanya. Di antara keputusan dan rekomendasi yang dikeluarkan dewan dalam pertemuan ini adalah pemeriksaan mendadak bagi siswi di dalam aula. Dan benar, dibentuklah tim khusus untuk melakukan pemeriksaan dan mulai bekerja. Sudah barang tentu, pemeriksaan dilakukan terhadap segala hal yang dilarang masuk di lingkungan sekolah seperti hand phone berkamera, foto-foto, gambar-gambar dan surat-surat cinta serta yang lainnya. Keamanan saat itu nampak normal dan stabil, kondisinya sangat tenang. Para siswi menerima perintah ini dengan senang hati. Mulailah tim pemeriksa menjelajah semua ruangan dan aula dengan penuh percaya diri. Keluar dari satu ruangan masuk ke ruangan lainnya. Membuka tas-tas para siswi di depan mereka. Semua tas kosong kecuali berisi buku-buku, pena dan peralatan kebutuhan kuliah lainnya. Hingga akhirnya pemeriksaan selesai di seluruh ruangan kecuali satu ruangan. Di situlah bermula kejadian. Apakah sebenarnya yang terjadi ???Tim pemeriksa masuk ke ruangan ini dengan penuh percaya seperti biasanya. Tim meminta izin kepada para siswi untuk memeriksa tas-tas mereka. Dimulailah pemeriksaan.Saat itu di ujung ruangan ada seorang siswi yang tengah duduk. Dia memandang kepada tim pemeriksa dengan pandangan terpecah dan mata nanar, sedang tangannya memegang erat tasnya. Pandangannya semakin tajam setiap giliran pemeriksaan semakin dekat pada dirinya. Tahukah anda, apakah yang dia sembunyikan di dalam tasnya ???Beberapa saat kemudian tim pemeriksa memeriksa siswi yang ada di depannya. Dia pun memegang sangat erat tasnya. Seakan dia mengatakan, demi Allah mereka tidak akan membuka tas saya. Dan tiba lah giliran pemeriksaan pada dirinya. Dimulailah pemeriksaan.Tolong buka tasnya anakku, kata seorang guru anggota tim pemeriksa. Siswi itu tidak langsung membuka tasnya. Dia melihat wanita yang ada di depannya dalam diam sambil mendekap tas ke dadanya. Barikan tasmu, wahai anakku, kata pemeriksa itu dengan lembut. Namun tiba-tiba dia berteriak keras: tidak … tidak … tidak …Teriakan itu memancing para pemeriksa lainnya dan merekapun berkumpul di sekitar siswi tersebut. Terjadilah debat sengit: berikan … tidak … berikan … tidak …Adakah rahasia yang dia sembunyikan??? Dan apa yang sebenarnya terjadi???Maka terjadilah adegan pertarungan tangan untuk memperebutkan tas yang masih tetap berada dalam blockade pemiliknya. Para siswi pun terhenyak dan semua mata terbelalak. Seorang dosen wanita berdiri dan tangannya diletakan di mulutnya. Ruangan tiba-tiba sunyi. Semua terdiam. Ya Ilahi, apakah sebenarnya yang ada di dalam tas tersebut. Apakah benar bahwa si Fulanah (siswi) tersebut ….Setelah dilakukan musyawarah akhirnya tim pemeriksa sepakat untuk membawa sang siswi dan tasnya ke kantor, guna melanjutkan pemeriksaan yang barang kali membutuhkan waktu lama …Siswi tadi masuk kantor sedang air matanya bercucuran bagai hujan. Matanya memandang ke arah semua yang hadir di ruangan itu dengan tatapan penuh benci dan marah. Karena mereka akan mengungkap rahasia dirinya di hadapan orang banyak. Ketua tim pemeriksa memerintahkannya duduk dan menenangkan situasi. Dia pun mulai tenang. Dan kepala sekolah pun bertanya, apa yang kau sembunyikan di dalam tas wahai anakku …?Di sini, dalam saat-saat yang pahit dan sulit, dia membuka tasnya. Ya Ilahi, apakah gerangan yang ada di dalamnya??? Bukan. Bukan. Tidak ada sesuatu pun yang dilarang ada di dalam tasnya. Tidak ada benda-benda haram, hand phone berkamera, gambar dan foto-foto atau surat cinta. Demi Allah, tidak ada apa-apa di dalamnya kecuali sisa makanan (roti). Ya, itulah yang ada di dalam tasnya.Setelah ditanya tentang sisa makanan yang ada di dalam tasnya, dia menjawab, setelah menarik nafas panjang. “Ini adalah sisa-sisa roti makan pagi para siswi, yang masih tersisa separoh atau seperempatnya di dalam bungkusnya. Kemudian saya kumpulkan dan saya makan sebagiannya. Sisanya saya bawa pulung untuk keluarga saya di rumah …Ya, untuk ibu dan saudara-saudara saya di rumah. Agar mereka memiliki sesuatu yang bisa disantap untuk makan siang dan makan malam. Kami adalah keluarga miskin, tidak memiliki siapa-siapa. Kami bukan siapa-siapa dan memang tidak ada yang bertanya tentang kami. Alasan saya untuk tidak membuka tas, agar saya tidak malu di hadapan teman-teman di ruangan tadi.”Tiba-tiba suara tangis meledak ruangan tersebu. Mata semua yang hadir bercucuran air mata sebagai tanda penyesalan atas perlakukan buruk pada siswi tersebut.Ini adalah satu dari sekian banyak peristiwa kemanusiaan yang memilukan di Palestina. Dan sangat mungkin juga terjadi di sekitar kehidupan kita. Kita tidak tahu, barang kali selama ini kita tidak peduli dengan mereka. Doa dan uluran tangan kita, setidaknya bisa sedikit meringankan penderitaan mereka. Khususnya saudara-saudara kita di Palestina yang hingga kini terus dilanda tragedi kemanusiaan akibat penjajahan Zionis Israel. 

Infopalestina-Al Sahl Lish Shahafah Wal I’lam

Read Full Post »

 Jangan abaikan salat Tahajud, karena dalam pelaksanaannya memiliki makna spektrum yang luas. Di antaranya bisa menjadi manusia yang berprestasi sesuai dengan status dan tugasnya. Artinya, bila menjadi seorang ulama, jadilah ulama yang berprestasi, bila menjadi gubernur, jadilah gubernur yang berprestasi.
           Selain itu, berhasil atau tidaknya seseorang dalam kehidupan yang dijalaninya tergantung kepada satu hal, yaitu salat. “Sebaik-baiknya salat setelah salat fardu adalah salat Tahajud. Jika salatnya baik, semua kehidupannya akan lurus dan benar, begitu juga dengan sebaliknya., jangan pernah abaikan salat Tahajud.   Berdasarkan penelitian Prof.Sholeh yang telah ia lakukan, salat Tahajud dari segi normatif dan preventif bisa menyembuhkan berbagai penyakit tanpa operasi. Sholat tahajud yang sehat adalah salatnya yang khusyuk, istiqomah (tawakal) serta berlama-lama dalam mengerjakannya” .    Waktu yang ideal dalam pelaksanaan salat Tahajud yang sehat ini, jelas Prof. Sholeh, adalah dimana semua gerakan dalam setiap rekaatnya seimbang waktu lamanya. “Untuk satu gerakan (berdiri, rukuk, sujud, iktidal, duduk di antara sujud hingga salam) idealnya 10 menit. Satu rekaat waktu yang pas adalah 30 menit, sehingga dalam penyelesaian 2 rekaat waktu yang dibutuhkan adalah 1 jam. Alhasil salat Tahajud yang lama dan khusyuk punya akibat multi-effect terhadap kesehatan dan tentunya diterima oleh Allah SWT,” .

 Pada tanggal 8 Agustus 2007 di Palembang diadakan seminar dan pelatihan Sholat Tahajud yang dibimbing langsung oleh Prof. Sholeh, Aku ikutan praktek Sholat Tahajud yang dibimbing oleh Prof.Sholeh, tadinya mau samaan isteri namun karena ada halangan dimana anak kami yang bungsu demam malam itu maka sepakat aku saja yang ikutan praktek gimana sholat tahajud yang dimaksud oleh Prof.Sholeh itu. Untuk seminar dari pagi hari hingga sore, isteriku yang ikut, sedangkan aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan.

Pukul 00 wib, aku bergerak ke Masjid Darusalam (Masjid Agung) Palembang, aku langsung memasuki ruang utama masjid yang kuyakini sebagai tempat dilaksanakan acara tersebut. Tidak terlalu banyak jamaah yang ada ketika itu. Aku langsung melakukan sholat sunnah tahyatul masjid 2 rakaat setelah itu zikir menunggu dimulainya acara. Satu persatu ruangan masjid bertambah oleh jamaah yang baru datang, sampai suatu saat aku melihat sesosok jamaah menggunakan sorban (syal)  hijau memasuki ruangan dan melakukan sholat sunnah tahyatul masjid, dalam hati apa ini sosok prof. Sholeh itu. Tidak lama setelah itu panitia langsung membuka acara dan langsung mempersilahkan Prof. Sholeh untuk memimpin praktek Sholat tahajud. Ternyata feelingku benar, dia memang Prof.Sholeh. Mengawali Paraktek Sholat, beliau menjelaskan beberapa cara pelaksanaan yang perlu dimengerti oleh peserta, dimulai dengan konsentrasi  diri kemudian mengatur nafas (tarik nafas dalam dalam, tahan emapat sampai lima hitungan lalu  keluarkan pelan-pelan dan temukan nafas Anda seperti nafas orang tidur, lembut pelan dan halus.  Kemudian merelaksasikan pikiran dengan cara memperkecil stimulus dan mensugesti diri sendiri dengan megucapkan Allah ketika menarik nafas dan mengucapkan Hu ketika mengeluarkan nafas, rasakan dan niatkan dan lisankan. Atau bisa juga dengan berdo’a, ” Ya Allah hamba ingin menggapai ridhoMu, hamba ingin menggapai ampunanMu, dll. Setelah nyaman dan nyambung kita mulai niat sholat tahajud 2 rakaat  baru melakukan Takbiratul ihram, baca do’a iftitah (baca pelan-pelan sampai terdengar lirih ditelinga kita, resapi ayat per ayatnya), lanjutkan dengan Al Fatiha, baca ayat-ayat Al Quran (ayat apa aja boleh). Nah…setelah membaca surat al qur’an kita tidak langsung ruku’ namun diam selama mungkin. ketika bernafas (saat mengihisap udara didalam hati kita barengi dengan lafal Allah dan ketika mengeluarkannya dengan Hu namun hanya dalam hati) setelah tenang masuklah kita dengan apa yang akan kita minta kepada Allah, bisa urusan ekonomi, jodoh, anak,iseteri,suami,pekerjaan, atau masalah akhirat seperti ampunan, dll sesuai yang diinginkan.Terus rasakan tidak terbatas waktunya (nanti kalau sudah nikmat, enggan untuk cepat-cepat menyelesaikannya). Jika sudah cukup lakukan ruku’, lalu sebagaimana tadi diam lagi dan isi waktu diam tersebut dengan berdo’a atau permintaan selama mungkin. Teruskan aktifitas sholat sampai salam. Pelaksanaan parketk sholat di mulai dengan mematikan lampu ruangan masjid, ketika takbiratul ihram, terasa desiran-desiran ingin dekatnya ruh kita kepada sang pencipta, Subhannallah, ketika ayat-ayat yang dibacakan Prof.Sholeh sangat menyentuh sekali begitu juga ketika waktu-waktu diam yang diisi dengan permohonan-permohonan kita yang diiringi dengan hembusan nafas zikri Allah, Allah,Allah. Sungguh kenikmatan yang luar biasa. Berbeda dengan tahajud-tahajud yang pernah aku lakukan, walaupun aku sudah mempelajari cara sholat khusu’ dari Abu Sangkan (yang merupakan salah seorang murid Prof. Sholeh), ternyata praktek sholat tahajud ini melengkapi teknik-teknik sholat khusu’ dengan benar.

Praktek Sholat malam itu dilakukan 2 rakaat, 2 rakaat tahajud dan ditutup dengan sholat witir 3 rakaat (satu salam). Waktu yang dibutuhkan dari pukul 01.00 wib s/d 04.00 wib dilanjutkan dengan muhasabah diri sebagai pelengkap.

Semua peserta nampak puas dengan praktek sholat malam itu………Sehabis sholat subuh ada tambahan praktek Senam tauhid, sebagai pelengkap terapi bagi yang mempunyai penyakit-penyakit kronis (kanker,maag,tumor, dll). Aku ngga’ ikutan, cuma mengambil videonya aja, biar  nanti bisa dipraktekkan sendiri dengan isteri di rumah, kalau ikutan takut lupa gerakan-gerakannya.

Alhamdulillah sekarang kalau tahajud 2 rakaat bisa dalam 1 jam dan tak terasa capek, ditambah lagi dengan senam tauhid…badan seger, ngga’ ngantuk paginya. Kalau sudah-sudah habis tahajud, subuh langsung deh badan agak meriang-meriang dan dikantor ngantukan.

Semoga Allah membalas kebaikan yang sudah disebarkan oleh Prof.Sholeh dan menjadikannya termasuk golongan orang-orang yang saleh, Kepada beliua Aku hanya bisa menyampaikan ucapan terima kasih ketika berjabat tangan dan memeluk beliau sehabis sholat tahajud,aku bisikkan ke beliau  ” Ustadz terima kasih atas ilmunya ”

Read Full Post »