Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Hajji’ Category

Ringkasan Manasik HajjaturRasul

Setelah anda memahami dalil-dalil pada buku saku “HajjaturRasul” yang saya susun sebelumnya, biar tersusun pelaksanaan setiap ibadah berikut saya buatkan resume dan ringkasan secara berurutan.

Ringkasan Manasik Hajji ini disusun untuk calon jamaah haji yang belum pernah berangkat ke Tanah Suci, dengan harapan calon jamaah haji mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai praktek ibadah haji sehingga menjadi haji mandiri yang mabrur (untuk file panduan manasik haji, download di sini).

Sebagaimana diketahui bersama bahwa kita berangkat ke Tanah Haramain ( Dua Tanah Haram ) yaitu Makkah dan Madinah adalah untuk melaksanakan :

I. Ibadah Khusus di Makkah :

  1.  
    1. Umrah
    2. Hajji

II. Ibadah di Madinah :

Ziarah di Madinah : Kuburan Nabi Muhammad SAW, Kuburan Baqi’, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud, dan tempat bersejarah lainnya.

Amaliyah Umrah :

  1. Ihram : Keadaan terlarang, karena sedang Umrah/Hajji

  2. Thawaf : mengitari Ka’bah sebanyak 7 putaran

  3. Sa’i : berjalan dari Shafa ke Marwah p.p. 7 kali.

  4. Tahallul : keadaan bebas dari larangan tsb, ditandai dengan menggunting rambut.

Amaliyah Haji

  1. Ihram, tanggal 8 DzulHijjah (Miqat di Pondokan berangkat menuju Mina pada pagi hari atau langsung ke Arafah jika mengikuti fatwa MUI, pagi, siang, sore atau malam tergantung jadwal yang diberikan ke Maktab )

Wukuf di Arafah, tanggal 9 DzulHijjah

  • Mabit ( diam sejenak hingga tengah malam) di Muzdalifah,

  • Mabit ( nginap ) di Mina 2 atau 3 hari untuk jamarat.

  • Jamarat ( Aqabah ), tanggal 10 Dzul Hijjah

  • Tahallul Awwal

  • Jamarat ( Ula, Wustha dan Aqabah ) tgl. 11, 12 dan atau 13 Dzul Hijjah kemudian kembali ke Pondokan Mekkah.

  • Thawaf Ifadah

  • Sa’i

  • Tahallul Tsani ( kedua).

Selesailah Rangkaian Pelaksanaan Ibadah Haji

Thawaf Wada’ (dilaksanakan sebelum meninggalkan kota Makkah).

– Thawaf Wada’ atau Tawaf Perpisahan dengan Ka’bah –

Dari Ringkasan tersebut di atas, kita belum membedakan Rukun dan Wajib Haji, tetapi menampilkan beberapa pekerjaan yang dilaksanakan jamaah haji sesuai tuntunan dan contoh dari Rasulullah SAW.

Penjelasan

Tamattu’

Pada umumnya ummat Islam Indonesia melaksanakan Hajji dengan Hajji Tamattu’ yaitu mengerjakan Haji  dengan mendahulukan Umrah (Haji dengan cara Tamattu inilah sebagaimana yg diperintahkan Rasulullah).

Do’a-Doa yang dibaca sesuai Sunnah Rasulullah SAW.

1. Do’a ketika keluar dari rumah atau setiap kita berada di atas kendaraan sebelum kendaraan bergerak, sebaiknya kita membaca do’a ini.

 

Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah, aku berserah diri kepada Allah tidak ada daya dan kekuatan melainkan atas pertolongan Allah yang Maha tinggi lagi Maha Agung.”

 

2. Do’a kendaraan mulai bergerak.

    Pada saat bergerak membaca :

 

Dengan nama Allah diwaktu berangkat dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha pengampun lagi Maha penyayang”

 

Ketika tiba di tempat tujuan paspor jamaah dikumpulkan untuk diserahkan kepada Maktab tempat kita menginap, baik di Mekkah maupun di Madinah.. Sebagai gantinya kita diberi Kartu tempat domisili dan nomor maktab. Adapun identitas sebagai warga negara RI kita memakai gelang dan selembar kartu, bagian dari paspor kita.

 

  1. Umrah

Ihram ( di miqat ; Gelombang I di Bir Ali, Gelombang II di atas pesawat atau di Bandara King Abd Aziz jika mengikuti fatwa MUI )

Persiapan Ihram

  • Gunting kuku, Cukur dan sebagainya,

  • Mandi dan Wudlu.

  • Memakai pakaian Ihram

  • Memakai wangi-wangian

Pelaksanaan Ihram

  1. Niat ihram didalam hati :

“Nawaitul ‘umrata wa ahramtu biha lillaahi ta’ala

                               “ Aku niat umrah dengan berihram karena Allah Ta’ala”

Kemudian berbarengan dengan melafadzkan / mengucapkan bacaan:

Labbaikallaahumma Umratan

Atau

Labbaika Umratan

Aku penuhi panggilanMU ya Allah untuk ber-Umrah”

Kemudian naik kendaraan/ bus yang disiapkan untuk masing-masing rombongan menuju Kota Mekkah (untuk gelombang I berangkat dari Madinah, untuk gelombang II dari Bandara King Abd.Aziz langsung ke Mekah)). Perjalanan ke Mekah lebih kurang 8 jam dengan istirahat satu kali. Ingat kita sedang dalam keadaan Ihram dan berlaku larangan ihram antara lain ;

1. Bagi Pria :

  •  
    • Memakai pakaian biasa
    • Memakai sepatu yang menutupi mata kaki
    • Menutup kepala yang melekat seperti topi.

2. Bagi wanita

  •  
    • Berkaos tangan.
    • Menutup muka ( dengan cadar atau masker)

3. Bagi Pria dan Wanita :

  •  
    • Memakai wangi-wangian ( kecuali yang sudah dipakai sebelum niat ihram )

    • Memotong kuku, mencukur / mencabut rambut badan

    • Memburu binatang buruan darat yang boleh dimakan.

    • Membunuh dan menganiaya binatang buruan darat dengan cara apapun.

    • Nikah, menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi / dinikahkan.

    • Bercumbu atau bersenggama

    • Mencaci, bertengkar atau mengucapkna kata-kata kotor.

Ber- Talbiyah terus menerus sampai menjelang thowaf

 

 

 

 

 

“Labbaika Allahumma labbaika, Labbaika Laa Syariika laka labbaika, innal hamda wanni’mata laka wal mulka, laa syariika laka”

“Aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu. Aku penuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagiMu, aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala pujian dan nikmat serta kerajaan adalah milikMu, tidak ada sekutu bagiMu.” 

Boleh ditambah dengan do’a ini (namun bukan ketentuan do’a) :

Allahumma Inna as-Aluka RidhaaKa wal-Jannah, wa-na’u zdubiKa min-sakhathiKa wan-naar, Rabbana aatina fiddun-ya hasanatan wafil-aakhirati hasanatan waqinaa adzaabannar”

Ya Allah kami sungguh mendambakan keridha-an dan dan surgaMu, dan kami berlindung pada-Mu dari murka dan nerakaMu, wahai Tuhan kami, karunialah kami kebaikan di dunia dan kebaikan akhirat, peliharalah kami dari siksa api neraka ”.

Atau tambah juga : Shalawat kepada Nabi

Allahumma Shalli wasallim alaa sayyidina Muhammad, wa’ala aalihi sayyidina Muhammad.“

Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan keluarganya”

  • Setelah menempuh perjalanan selama 7 – 8 jam, sampailah kita di batas kota dan bus berhenti di Pos Pemeriksaan Dokumen Paspor kurang lebih satu jam. Paspor jamaah dikumpulkan dan diserahkan kepada petugas maktab, sebagai gantinya kita diberi kartu identitas maktab tempat kita tinggal.

  • Kendaraan bergerak melanjutkan perjalanan dengan disertai petugas maktab sebagai petunjuk jalan menuju maktab tempat pondokan kita di Mekah.

  • Sampailah kita ditempat pemondokkan, jamaah turun dari bis berikut kopor dan tas tentengan/barang bawaan. Ketua rombongan dibantu para ketua regu mencari kamar, sementara para jamaah menunggu di lobby hotel pondokan sambil nunggu kopor masing masing. Ingat kita masih berihram, jaga kesabaran jangan emosi, bertengkar rebutan kamar . Hal ini biasa terjadi.

  • Kamar telah diperoleh, satu kamar 10 orang ( tergantung besar kecilnya kamar ). Simpan dan atur kopor serta barang bawaan. Jamaah dipersilahkan istirahat secukupnya, sebelum berangkat menuju Masjid Al haram untuk melaksanakan umrah.

  • Apabila sudah siap dengan dikomando Ketua Rombongan jamaah berangkat menuju Masjid Al Haram dan membaca talbiyah.

  • Tiba di Masjid al Haram Jamaah jamaah masuk melalui salahsatu pintu Masjid ( sunnah masuk melalui pintu Babus Salam ), dengan membaca

Do’a masuk masjid.:

 

allahumma antas salam, waminkas salam wailaika yaudus salam fahayyina rabbana bissalam, waadkhilna jannata daras salam, tabarakta rabbana, wa ta’alaita ya zaljalalii wal ikram. Allahummaftah li abwaba rahmatik”

Ya Allah, engkau sumber keselamatan dan daripada-Mulah datangnya keselamatan dan kepada-Mu kembalinya keselamatan. Maka hidupkanlah kami wahai Tuhan, dengan selamat sejahtera dan masukkanlah kami kedalam surga negeri keselamatan. Maha banyak anugerahMu dan Maha tinggi engkau wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kehormatan. Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu Rahmat-Mu”

atau :

Allahummaftah li abwaba rahmatik”

Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu Rahmat-Mu”

Ketika terlihat Ka’bah yang berdiri megah, hati terharu.Tidak terasa air mata menetes.

2. Thawaf Qudum ( mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali putaran mulai dari Hajar Aswad )

    Memulai Thawaf

  1. Lihat disudut hajar aswad ke arah gedung masjid (tanda lampu neon berwarna hijau) kalau dulu garis coklat untuk memulai thawaf, ikuti putaran orang thawaf jangan melawan arus. Sebaiknya sebelum pelaksanaan kita survey dahulu satu putaran.Setelah ketemu kaki berada diposisi lalu menghadap ke arah Hajar Aswad, baca :

                                                   

Bismillahi Wallahu Akbar

Dengan nama Allah, Allah Maha Besar”

 

sambil angkat tangan ke arah Hajar Aswad lalu tangan dikecup (Isti’lam). Tetapi kalau memungkinkan kita mengusap hajar aswad.

 2. Hadap kanan untuk memulai thawaf putaran pertama dengan dimulai melangkahkan kaki kanan .

Lalu membaca :

Subhaanallah Walhamdulillah walaailaaha Illallah, wallahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata illaabillah”

Maha suci Allah, Segala puji bagi Allh tidak ada Allah yang patut disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”

Lakukan raml (jalan cepat dengan memendekkan langkah) pada tiga putaran pertama dan berjalanlah (biasa) pada putaran berikut-nya. Dalam semua putaran thawaf tersebut lakukanlah idhthiba’ (meletakkan pertengahan kain selendang di bawah pundak kanan, dan kedua ujungnya di atas pundak kiri). Raml dan idhthiba’ tersebut khusus bagi laki-laki dan hanya dilakukan pada thawaf yang pertama. Atau thawaf umrah bagi orang yang menger-jakan haji tamattu’ dan thawaf qudum bagi orang yang melakukan haji qiran dan ifrad.

Baca do’a atau dzikir apa saja yang dikehendaki tidak ada do’a khusus yang dibaca selain do’a di atas yang diajarkan Rasulullah, kalau mau menambah zikir atau do’a lain tidak mengapa dan jangan terpaku pada do’a seperti memawa dan membaca buku yang digantung dileher.

3. Ketika melintas di Maqam Ibrahim, baca do’a :

4. Ketika sampai di Rukun Yamanni membaca :

                                                        

Bismillahi Wallahu Akbar

Dengan nama Allah, Allah Maha Besar”

     sambil mengangkat tangan kanan tanpa dikecup.

5. Dari Rukun Yamani sampai Rukun Hajar aswad dibaca do’a Sapu jagat :

 

                               ”Rabbanaa Aatinaa fiddunyaa Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah Waqinaa Azaabannar”

Ya Tuhan kami ! berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka”

Dapat juga ditambah do’a lain, misalnya :

Wa adkhilnal jannata ma’al abror, ya aziz ya ghafar ya robbal alamin”

Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Tuhan yang Maha perkasa, Maha pengampun, Tuhan yang menguasai seluruh alam”

Ketika sampai di garis awal kita mulai putaran (disudut Hajar Aswad) maka selesailah putaran pertama. Untuk putaran kedua sampai putaran ketujuh kembali seperti nomor 1) s/d nomor 7), hingga selesai putaran ketujuh. Untuk mengingat jumlah putaran dapat gunakan karet gelang yang dipindahkan dari lengan kiri ke lengan kanan setiap satu putaran tercapai.

Mengakhiri Thawaf

  1. Pilih tempat yang memungkinkan untuk berdoa sesudah Thawaf di Multazam namun bisa dibelakang sampai ke ruang gedung masjid asal masih searah (Multazam adalah tempat antara Hajar Aswad dengan pintu Ka’bah menghadap dinding Ka’bah ). Do’a nya sesuai harapan dan keinginan dengan bahasa apa saja yang kita mengerti.

  2. Selesai berdo’a lanjutkan menuju Maqam Ibrahim, untuk melaksanakan Sholat Sunnat dua rakaat

           Berdiri di belakang Maqam Ibrahim dengan membaca :

 

 

 

              “ Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim itu sebagai tempat sholat”

                             3.. Sholat sunnat Thawaf dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

                       Bacaan pada rakaat pertama setelah Al- Fatiha baca surat Al Kafirun    dan 

 rakaat ke dua setalah Al-Fatiha membaca surat Al-Ikhlash

Kemudian lanjutkan dengan ber do’a

4.Sholat Sunnat Mutlaq dua rakaat di dalam Hijir Ismail ( apabila sempat, kalau tidak sempat langsung ke sumur zam-zam, saat ini sumur zamzam sudah ditutup sebagai gantinya kita menuju gallon / dispenser tempat air zamzam )

Membaca do’a apa saja setelah minum air zamzam

5. Do’a di hijir Ismail setelah shalat muthlaq

Do’a sebelum minum air zam-zam,Contoh do’a salah seorang sahabat nabi:

Allahumma inni as-aluka ‘ilman nafi’a, wa rizqan wasi’a, wa syifaan minkullii dak, wa saqomim birohmatika ya arhamarrohimin”

Ya Allah, aku memohon kepadaMu kiranya aku diberi ilmu yang bermanfaat, rizki yang lapang dan disembuhkan dari berbagai penyakit dan kepedihan dengan rahmat-Mu ya Allah Tuhan yang maha pengasih lagi penyayang”

Setelah minum air zam-zam selesailah Thawaf, selanjutnya kita menuju bukit Shofa untuk memulai sa’i

 

3. Sa’i ( berjalan bolak-balik dari bukit Shafa menuju bukit Marwah dan dari Bukit Marwah menuju Bukit Shafa, sebanyak 7 perjalanan. Dimulai dari Shafa berkhir di Marwah)

3.1 Mulai Sa’i, ketika menuju bukit Shafa, membaca

Innaash Shofaa walmarwata minsya’aa irillohi, abdau bimaa bada allohu bih”

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi’ar Allah, aku memulai Sa’i dengan apa yang didahulukan oleh Alloh.”

(Al-Baqarah: 158).

 Berdoa menghadap qiblat :

Allahu Akbar. Allahu Akbar..Allahu Akbar, Laa ilaaha illalloohu wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa’alaa kulli syai’in qodiir, Laa ilaaha illallooh, wahdahu laa syarikalah anjaza wa’dah, wanasoro ‘abdah, wahazamal ahdzaaba wahdah, (Laa ilaaha illalloohu walaa na’budu illaa iyyaah, mukhlisiina lahuddiina walau karihal kaafiruun)”

“Allah Maha besar, Allah Maha besar, Allah Maha besar, Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah semata, tiada sekutu bagiNya, hanya bagiNya segala kerajaan dan hanya bagiNya segala puji dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang haq melainkan Dia, tiada sekutu bagiNya, yang menepati janjiNya, yang memenangkan hambaNya dan yang menghancurkan golongan-golongan (kafir) dengan tanpa dibantu siapa pun.”( Tiada sesembahan yang haq melainkan Allah semata, dan kami tidak menyembah kkecuali kepadaNya, dengan memurnikan keikhlasan kepatuhan semata kepadaNya walaupun orang-orang kafir membencinya)

Ulangilah dzikir tersebut sebanyak tiga kali dan berdo’alah pada tiap-tiap selesai membacanya dengan do’a-do’a yang Anda kehendaki.

 3.2 Berjalan menuruni bukit Shafa menuju Marwah dengan membaca do’a yang disukai atau dzikir atau tasbih :

                                                                         

 

 

 

Subhaanallah Walhamdulillah walaailaaha Illallah, wallahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata illaabillah”

Maha suci Allah, Segala puji bagi Allh tidak ada Allah yang patut disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”

 

3.3  Sampai di pal hijau (lampu neon hijau) bagi laki-laki disunnatkan lari-lari kecil, kemudian boleh membaca do’a apa saja baik laki-laki maupun perempuan. Bisa salah satu contoh do’a berikut :

 

 

 

 

robbighfir, warham, wa’fu, watakarrom , watajawwaz, amma ta’lam, innaka ta’lamu, maa laa na’lam. Innaka antallahul a/ azzul akram”

Ya Allah ampunilah, sayangilah,maafkanlah,bermurah hatilah dan hapuskanlah apa-apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui apa-apa yang kami sendiri tidak tahu. Sesungguhnya Engkau Maha Mulia dan Maha pemurah”

 

3.4 Mendekati bukit Marwah membaca :

                                                                           ”Innaash Shofaa walmarwata minsya’aa irillohi, abdau bimaa bada allohu bih”

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi’ar Allah, aku memulai Sa’i dengan apa yang didahulukan oleh Alloh.”

(Al-Baqarah: 158).

 

3.5  Sampai di Marwah menghadap kiblat dan berdo’a:

Allahu Akbar (3x), Lailahaillalahu wahdahula syarikallah lahulmulku walahul hamdu wahuwaala kulli syaiin qodir. Laillah haillalahu wahda anjaza wa’dah wanashoro abda, waahzamal ahza bawahdah. Diulangi sebanyak 3x

 

selesailah perjalanan pertama.

Untuk perjalanan kedua sampai perjalanan ketujuh diulangi seperti nomor 3.1) s/d nomor 3.5), dimana perjalanan ketujuh berkahir di Marwah.

Selesailah pelaksanaan Sa’i, kita lanjutkan tahalul

3.6 Tahallul Awal ( menghalalkan yang diharamkan selama ihram, kecuali “yang satu yaitu berhubungan suami isteri”) ditandai dengan menggunting beberapa helai rambut. Karena kita dalam keadaan Ihram kita tidak boleh menggunting rambut sendiri namun kita bisa meminta bantuan orang lain, sedangkan untuk isteri sebaiknya mahramnya yang melakukan dengan menggunting beberapa helai rambutnya.

Sehabis mencukur atau bergunting berdo’a : sebagai contoh

Sampai di sini selesailah kita melaksanakan ibadah Umrah. Kita boleh memakai pakaian sehari hari sampai datang waktunya melaksanakan ibadah haji pada tanggal 8 Dzulhijjah.

 

Pekerjaan Haji

I.  Ihram. ( Tanggal 8 Dzul Hijjah di Miqat Makani, yaitu tempat pemondokan kita di Mekah bersiap berangkat menuju Arafah untuk persiapan Wuquf ) dengan

  1. persiapan :

  •  
    • Mandi

    • Memakai wangi-wangian

    • Memakai pakaian Ihram

    • Gunting kuku, dan sebagainya

 

  1. Pelaksanaan Ihram

1.1 Melafazkan bacaan:

            “Labbaikallaahumma Hajjan”

Aku penuhi panggilanMU ya Allah untuk berhaji”

dibarengi dengan niat di dalam hati:

                                    “Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillaahi ta’ala

                   “ Aku niat haji dengan berihram karena Allah Ta’ala”

 

1.2 Selanjutnya menuju ke Mina sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW, dengan berjalan kaki atau berkendaraan, kalau berangkat pukul 8 pagi maka sekitar pukul 11 sudah sampai di tenda di Mina. Namun jika anda mengikuti rombongan besar jamaah haji sesuai KBIH maka Anda akan dibawa langsung menuju Arafah. Waktu berangkat ini tergantung kebijaksanaan Maktab bisa pagi, siang, sore atau malam. Di kendaraan kita baca do’a naik kendaraan, dan baca talbiyah terus menerus sendiri-sendiri (tidak ada tuntunan yang diajarkan Rasulullah bahwa talbiyah dengan dipimpin sepeti koor)

1.3 Bagi rombongan haji KBIH, tiba di Arafah ( pagi, siang, sore atau malam ) masuk ke kemah dan kita nginap semalam di kemah. Ingat kita sedang keadaan Ihram berlaku larangan-larangan bagi yang berihram, kita harus hati-hati jangan sampai melanggar larangan yang konsekwensinya harus membayar dam. Berdasarkan pengalaman banyak pelanggaran-pelanggaran terutama oleh kaum wanita yang membuka aurat.

1.4 Pagi hari tanggal 9 setelah matahari terbit berangkat dari Mina menuju Arafah, pengalaman kemarin sampai di Arafah pukul 10. Selanjutnya persiapan wukuf jamaah haji. Jangan keluyuran ke mana-mana sehingga badan tetap segar dan pada pelaksanaan wukuf kita tidak tertidur. Pengalaman yang lalu ada jamaah yang menunggu waktu pukul 11.00 jalan-jalan sampai naik ke bukit lokasi Jabal Rahmah, kembali ke kemah wakktunya wukuf badan sudah capek dan … tertidur. Ada juga yang photo-photo kayak wisata aja.

1.5 Wuquf di Arafah ( Tgl 9 Dzul Hijjah dilaksanakan setelah sholat Dzuhur dan Ashar –jama’ qashr- sampai terbenam matahari ).

1.6 Do’a yang dibaca terserah jamaah (bisa baca dari buku-buku yang dibagikan dari depag), yang penting banyak dzikir, taubat, baca Qur-an dan sebagainya.

1.7 Setelah Maghrib, jamaah haji siap-siap meninggalkan kemah menuju kendaraan yang telah disiapkan untuk berangkat menuju Mina, Sholat Maghrib dan Isya nanti dilakukan di Muzdalifah dengan di jama’ takhir qasar. Jaga kesabaran jangan bertengkar rebutan kendaraan, kita masih berihram. Banyak kejadian yang menyengsarakan jamaah satu bis, karena ucapan dan perbuatan seseorang yang tidak semestinya.

1.8 Kendaaran bergerak menuju Mina, tiba di Muzdalifah berhenti (mabit sebentar).

1.9 Mabit di Muzdaliffah ( diam sejenak untuk mengumpulkan kerikil sebanyak 7 butir, atau 49 atau 70 butir. Lewat tengah malam bis berangkat meneruskan perjalanan menuju Mina. Nanti tiba di Mina sebelum Shubuh.

1.10 Mabit di Mina. Jama’ah haji masih tetap dalam keadaan ihrom.

1.11 Tiba di Mina masuk kemah simpan tas tentengan, apabila sudah masuk waktu shubuh tgl 10 Dzulhijjah, dahulukan Sholat Shubuh Selesai sholat (perhatikan harus setelah terbit matahari, seperti yang dicontohkan Rasulullah) bersama-sama menuju jamarat kurang lebih satu km perjalan untuk melempar Jumrah Kubra ( Aqaba ) dengan 7 kerikil, setiap lemparan meneriakkan kalimat :

        Allahu Akbar

          ”Allah Maha Besar”

 

Selesai lempar Jumroh aqobah,

1.12 Tahallul Awal dengan menggunting rambut minimal 3 helai untuk wanita, untuk laki-laki sebaiknya sekeliling kepala atau digundul biar afdhal. Kembali ke kemah, ganti pakaian biasa. Atau kalau memang kondisi phisik bagus, Anda bisa langsung ke Mekkah melalui Ajiziyah untuk melaksanakan Tawaf Ifadah dan Sa’i.

1.13 Setelah Tahalul maka semua larangan sudah dihalalkan kecuali, satu yaitu “berkumpul suami isteri” belum boleh.

( Bagi yang menginginkan untuk Thawaf Ifadhah dan Sa’i pada hari ini tgl 10 Dzulhijjah, dapat langsung ke Mekah dengan catatan setelah selesai Sa’i harus balik lagi ke Mina sebelum tengah malam, tidak boleh bermalan di Makkah. )

1.14 Tanggal 11 Dzulhijjah lempar 3 jumrah : Jumratul Ula, Wustho dan Aqabah. Masing-masing dengan 7 kerikil ( jumlah 21 kerikil ). Setiap lemparan meniriakkan Allahu Akbar.

1.15 Selesai melempar ketiga Jumrah bacalah do’a dengan do’a apa saja. Contohnya :

Allahummaj’alhu Hajjan mabrura, wasa’yan masykura wa zanban magfura waamalan sholehan maqbula”.

Ya Allah karuniakanlah haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, amal soleh yang diterima”

 

1.16 Tanggal 12 Dzulhijjah lempar 3 jumrah : Jumratul Ula, Wustho dan Aqabah. Masing-masing dengan 7 kerikil ( jumlah 21 kerikil ). Do’anya sama seperti di atas.

1.17 Bagi yang ingin kembali ke Mekkah pada tgl 12 Dzulhijjah sudah diperbolehkan. Inilah yang disebut Nafar awwal

1.18 Tanggal 13 Dzulhijjah lempar 3 jumrah : Jumratul Ula, Wustho dan Aqabah. Masing-masing dengan 7 kerikil ( jumlah 21 kerikil ). Do’anya sama .

1.19 Tanggal 13 Dzulhujjah setelah selesai lempar ketiga jumrah, semua jamaah haji kembali ke pondokan di Mekkah untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah bagi yang belum. Inilah yang disebut Nafar Tsani

1.20 Thawaf Ifadhah dilaksanakan boleh dengan memakai pakaian biasa yang bersih dan memakai harum-haruman. Thawaf ini sama halnya dengan thawaf pada waktu kita Thawaf Umrah. Selesai Thawaf dilanjutkan dengan Sa’i

1.21 Sa’i , dilaksanakan sebagaimana halnya Sa’i ketika Umrah. Yaitu berjalan 7 kali dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwah p.p.

1.22 Dari Shafa menuju Marwah dihitung satu kali, dan Marwah menuju Shafa dihitung satu kali. Perjalan ketujuh berakhir di Bukit Marwah.

1.23 Selesai Sa’I berarti kita telah Tahallul Tsani tetapi tidak dengan menggunting rambut. Dengan demikian “larangan yang satu” itu telah dihalalkan.

1.24 Thawaf Wada’ ( Thawaf Perpisahan )

Ketika akan meninggalkan Makkah menuju Bandara KAA (jamaah haji gelombang I ) atau menuju Madinah ( jamaah haji gelombang II ), kita melaksanakan Thawaf Wada’ tetapi tidak diikut dengan Sa’i.

Selesai

Wallahua’lam bishowab

Alhamdulillah rangkuman ini dapat juga aku selesaikan, semoga ada manfaatnya bagi Saudaraku yang akan menunaikan ibadah haji. Aku berharap Allah mencatat sedikit amal kebaikan dari yang kutulis ini.

Read Full Post »