Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2009

Demam Berdarah di Indonesia merupakan jenis penyakit yang selalu mewabah disetiap daerah,dan penyakit ini tidak pilih usia. Tanda-tanda penyakit ini sangat mirip dengan gejala penyakit typhoid/typhus. Sehingga terkadang kalau terlambat penanganannya akan mengakibatkan resiko kematian. Nah..karena resiko yang diakibatkan oleh DBD sangat fatal apabila tidak dilakukan perawatan intensif  (biasanya kalau sdh terkena DBD, dirawat di RS paling tidak 5 sampai dengan 1 minggu). Perawatan di RS, tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit belum lagi pengorbanan waktu buat keluarga.

Alternatif  yang ditawarkan tentunya yang dapat mengatasi serangan DBD, dan saya yakin Anda sudah  banyak mendapat rekomendasi dari orang-orang disekitar kita tentang beberapa ramuan yang perlu dicoba untuk mengatasi DBD seperti ada yang menganjurkan  menggunakan angkak merah,  juice korma,  juice jambu klutuk merah (guava) atau obat-obatan herbal lainnya. Ya..apapun itu intinya semua untuk kesembuhan dan tidak menguras kocek kantong kita.

Nah..kali ini ada ramuan alternatif lain yang patut Anda pertimbangkan untuk dicoba karena sangat ampuh untuk mengatasi DBD, yaitu melalui rebusan daun Ubi Jalar. Wah..ngga kebayang ya…tanaman yang umbinya kita sepelekan sebagai panganan kelas bawah atau kampungan  selama ini ternyata menyimpan rahasia obat yang mujarab.

Seperti apa sih tanaman ubi jalar ini dan seperti apa bentuk daunnya dan bagaimana pengolahan agar bisa bermanfaat sebagai obat DBD ?.  Berikut salah satu gambar yang saya dapat di internet.

ubi-jalar

Gbr. Ubi Jalar dan daunnya

Cara penggunaan agar bermanfaat sebagai obat DBD :

1. Ambil pucuk daun ubi jalar kira-kira sebanyak satu ikat ( kurang lebih 20 an pucuk), lalu cuci bersih.

2. Rebus dengan 1 liter air selama +/-   1 jam. Alat merebus sebaiknya dari bahan tanah atau kaca (menurut pakar herbal, prof.Hembing sangat baik dibanding pakai panci dari alumunium). Tapi kalau tidak ada tidak mengapa.

3. Saring rebusan daun ubi jalar tadi dan ambil airnya lalu minumkan ke penderita DBD sebagai pengganti air minum.  Dosisnya +/- seliter sehari (cukup 1 kali rebusan)

Ubi Jalar ini di salah satu postingan disingkat jadi daun ULAR (kependekan dari Ubi Jalar, he he  kreatif juga ya).

Informasi dari yang sudah nyoba, seperti ini :

Resep ini sudah saya coba beberapa kali. Ponakan kena DBD, trombosit turun ke 80 ribu, sehari diberi rebusan daun ular, langsung naik diatas 150 ribu. Beberapa teman juga  sudah saya suruh coba, ampuh Boss. Isteri saya 3 minggu lewat di “vonis” DBD oleh dokter, tanpa lihat hasil labnya, langsung saya kasih daun ular, besoknya test lagi Trombositnya jadi 396. Gila, maximumnya biasanya 400 ribu. padahal waktu dibilang DBD, trombosit istri saya masih 150 ribu. Hebat tenan.
Ya..begitulah infonya semoga saja obat alternatif  untuk mengatasi DBD menjadi ramuan yang mujarab untuk mengatasi penyakit yang sering merenggut korban nyawa bagi penderitanya. Tidak salahnya untuk mencoba sebagai ikhtiar kesembuhan, karena setiap penyakit pasti ada obatnya dan Allahlah sebaik-baiknya penyembuh. Kita bermohon kesembuhan kepada-Nya, yang InsyaAllah diturunkan obat tersebut melalui daun Ubi Jalar ini.

Jika Anda sudah membuktikan sendiri akan keampuhan ramuan ini, Anda bisa sharing di sini agar Saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan obat DBD bisa memanfaatkan informasi tersebut dengan benar.

Di comment artikel ini juga sudah ada yang mencoba ramuan ini, silahkan disimak.

wallahu alam

Advertisements

Read Full Post »

Kitab Al-Bidayah wan Nihayah

Judul asli : Tartib wa Tahdzib Kitab Al-Bidayah wan Nihayah
Pengarang : Ibnu Katsir
Penyusun : Muhammad bin Shamil As-Sulami

Judul Terjemah : Al-Bidayah wan Nihayah, masa Khulafaur Rasyidin
Penerjemah : Abu Ihsan Al-Atsari
Muraja’ah : Ahmad Amin Sjihab, Lc.
Penerbit : Darul Haq, Jakarta, Cet. I, 1424 H/ 2004 M
Tebal : xxi+559 hal (Hard Cover – Lux)
———————————————————–

Kitab ini akan menjawab pertanyaan dan keraguan yang dilontarkan oleh musuh-musuh Islam tentang kehidupan para sahabat Rasulullah saw.

– Benarkah Khalifah Pertama Abu Bakar Ash-Ashiddiq diracun hingga menyebabkan kematian beliau?
– Benarkah penyebab umar bin Khaththab mencopot khalid bin walid dari jabatannya sebagai panglima pasukan karena adanya intrik pribadi antara keduanya?
– Benarkah isu-isu tendensius yang menyebutkan bahwa Utsman bin Affan lebih mengutamakan karib kerabat untuk memegang jabatan-jabatan strategis dalam pemerintahan seperti yang dituduhkan sebagian orang?
– Apa yang melatarbelakangi peperangan Jamal yang terjadi antara Ali bin Abi Tholib dengan az-Zubair, Thalhah dan ‘Aisyah ?
– Dan Apa pula yang melatarbelakangi peperangan antara Ali bin Abi Tholib dengan Mu’awiyyah hingga menyebabkan kematiannya?

Begitu banyak isu-isu kontroversional yang disebutkan dalam buku-buku sejarah, namun banyak yang perlu diluruskan. Yang disebutkan diatas hanyalah sebagian kecil dari penyimpangan sejarah. Sementara, sejuta pertanyaan lain masih menggelayut dalam benak menuntut sebuah jawaban. Dimanakah jawabannya?

Buku yang hadir di hadapan pembaca ini memberikan jawabannya. Dipetik dari buku al-Bidayah wan Nihayah, sebuah karya monumental seorang ulama besar yang tidak asing lagi; Al-Hafidz Imaduduin Abul Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Katsir.
Sebagai pembuka, buku ini dimulai dengan metode penyusunan dan penyuntingan, biografi Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir dan Kitabnya Al-Bidayah Wan Nihayah serta metode dan referensi yang digunakan.
Dalam buku ini pembaca dapat membaca sejarah khulafa’ur rasyidin dan dapat menyaksikan masa-masa keemasan Islam yang disajikan secara apik oleh Dr. Muhammad bin Shamil as-Sulami. Mudah-mudahan kehadiran buku ini dapat meluruskan sejarah-sejarah yang banyak diselewengkan oleh tangan-tangan jahil.

Anda juga dapat mendownload e-booknya disini (source e-book: http://kampungsunnah.co.nr)

Read Full Post »