Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2009

http://www.kompas.com/suratpembaca/read/5235

Surat Pembaca dengan judul

Kejujuran Pelanggan dan Rekayasa PLN

SABTU, 21 FEBRUARI 2009 | 12:00 WIB

Saya baru membeli rumah 1 tahun lalu, dimana selama 7 bulan tidak ditempati karena harus saya rehab. Pada saat pembayaran rekening di bulan ke-8 saya merasakan ada kejanggalan karena jumlah tagihan yang terlalu kecil ( rata-rata Rp 70,000,-. Perkiraan saya pasti di atas Rp 100,000,-). Hal ini berulang kali saya sampaikan ke pihak PLN, namun jawaban mereka selalu normal atau tidak ada masalah. Di bulan Februari 2009, malah lebih ekstrim karena hanya biaya beban saja yang harus saya bayar. Dan ketika saya lapor ke PLN, lagi-lagi mereka jawab normal. Kemudian pertengahan Februari 2009, 4 petugas PLN melakukan pemeriksaan meter ke semua pelanggan termasuk meter rumah kami. Petugas menyarankan kami untuk melaporkan kondisi kaca meter yang lepas agar kami tidak terkena sangsi. Saran petugas kami ikuti, namun laporan kurang ditanggapi serius. Seminggu kemudian saya lapor kembali. Baru 3 hari kemudian, datang petugas memeriksa dengan mengambil foto. Beberapa hari kemudian, isteri saya di telepon petugas PLN yang meminta membayar Rp 1,000,000,- untuk penggantian meter. Untuk memastikan saya datang lagi ke kantor PLN pada tanggal 20 Februari 2009, dan mereka menjanjikan untuk memeriksa 3 hari kemudian. Namun baru saja saya kembali ke kantor saya, isteri menelpon kalau meter rumah sudah diputus petugas. Padahal sebelumnya bilang, hari Senin baru mau datang memeriksa. Dan yang mengherankan meter dilepas dengan alasan segel rusak dan piringan ada yang gores, padahal di pagi hari saya sudah membuat dokumen foto dan memastikan kalau semua segel dalam keadaan baik. Ketika ditanyakan apanya yang rusak, petugas menyatakan bahwa tulisan di segel sudah tidak terbaca (lucu..apakah segel yang baik diindikasinkan tulian bisa terbaca). Kami mendatangi PLN dan menjelaskan duduk persoalannya, lalu sesuai prosedur PLN, meter diperiksa dan ditunjukkan permasalahan karena ada pemasangan kawat untuk memperlambat putaran meter. Padahal kawat yang ditemukan ini pada saat diambil tidak pernah ditunjukkan ke isteri saya sebagai saksi pada saat membawa meter, tetapi temuan ini dimasukkan dalam berita acara di ruang pemeriksaan meter. Kemudian segel yang dikatakan rusak sudah dipotong kawatnya, padahal di pagi hari ketika saya periksa dan foto (disaksikan tetangga rumah sebelah) semua segel tidak ada yang rusak. Setelah proses pemeriksaan selesai, kami diharuskan membayar denda sebesar Rp 2,700,000,- jika mau tersambung kembali. Kami minta kebijakan PLN karena kami tidak merasa berlaku curang justru kami melaporkan kondisi meter yang tidak normal yang menurut kami karena meter terlalu tua, tetapi PLN malah menganggap niat baik ini sebagai hasil operasi penertiban mereka. Capek…bernegosiasi..karena petugas PLN dari staff sampai pimpinannya nampaknya tidak lebih sebagai robot hidup yang tidak punya hati nurani, logika mereka tidak jalan lagi, denda tetap harus dibayar. Sebagai konsumen yang berada di posisi lemah, rekayasa PLN ini harus kami terima karena kami membutuhkan aliran listrik. Akhirnya, kami harus membayar dan mengisi form berita acara seolah-olah kami membenarkan prosedur penertiban PLN terhadap kasus kami. Karena argumen mereka sudah ketentuan Direksi. Jika Anda mempunyai permasalahan yang sama, sebaiknya Anda berpikir untuk berlaku jujur di mata PLN karena kejujuran dimata PLN ternyata tidak ada artinya. Kejujuran di PLN hanyalah impian. Semoga hajat hidup orang banyak dalam menikmati fasilitas listrik di negeri ini tidak lagi dimonopoli oleh BUMN ini, sehingga rakyat mempunyai pilihan lain ketika tindakan semena-mena oleh pihak PLN dirasakan pelanggan. Kesadaran pelanggan untuk membantu PLN menggunakan listrik secara bersih menjadi sia-sia. Jajaran direksi PLN harus banyak belajar dari perusahaan lain dalam memberikan kebijakan pelayanan yang baik, jangan menutupi kerugian karena miss-management mencari keuntungan dengan cara yang menyulitkan pelanggan. Terima kasih kepada Redaksi yang telah memuat suara pelanggan ini.

ID.Pelanggan 14.100.116346.1/PG11634 wilayah Palembang

Advertisements

Read Full Post »