Feeds:
Posts
Comments

http://www.kompas.com/suratpembaca/read/5235

Surat Pembaca dengan judul

Kejujuran Pelanggan dan Rekayasa PLN

SABTU, 21 FEBRUARI 2009 | 12:00 WIB

Saya baru membeli rumah 1 tahun lalu, dimana selama 7 bulan tidak ditempati karena harus saya rehab. Pada saat pembayaran rekening di bulan ke-8 saya merasakan ada kejanggalan karena jumlah tagihan yang terlalu kecil ( rata-rata Rp 70,000,-. Perkiraan saya pasti di atas Rp 100,000,-). Hal ini berulang kali saya sampaikan ke pihak PLN, namun jawaban mereka selalu normal atau tidak ada masalah. Di bulan Februari 2009, malah lebih ekstrim karena hanya biaya beban saja yang harus saya bayar. Dan ketika saya lapor ke PLN, lagi-lagi mereka jawab normal. Kemudian pertengahan Februari 2009, 4 petugas PLN melakukan pemeriksaan meter ke semua pelanggan termasuk meter rumah kami. Petugas menyarankan kami untuk melaporkan kondisi kaca meter yang lepas agar kami tidak terkena sangsi. Saran petugas kami ikuti, namun laporan kurang ditanggapi serius. Seminggu kemudian saya lapor kembali. Baru 3 hari kemudian, datang petugas memeriksa dengan mengambil foto. Beberapa hari kemudian, isteri saya di telepon petugas PLN yang meminta membayar Rp 1,000,000,- untuk penggantian meter. Untuk memastikan saya datang lagi ke kantor PLN pada tanggal 20 Februari 2009, dan mereka menjanjikan untuk memeriksa 3 hari kemudian. Namun baru saja saya kembali ke kantor saya, isteri menelpon kalau meter rumah sudah diputus petugas. Padahal sebelumnya bilang, hari Senin baru mau datang memeriksa. Dan yang mengherankan meter dilepas dengan alasan segel rusak dan piringan ada yang gores, padahal di pagi hari saya sudah membuat dokumen foto dan memastikan kalau semua segel dalam keadaan baik. Ketika ditanyakan apanya yang rusak, petugas menyatakan bahwa tulisan di segel sudah tidak terbaca (lucu..apakah segel yang baik diindikasinkan tulian bisa terbaca). Kami mendatangi PLN dan menjelaskan duduk persoalannya, lalu sesuai prosedur PLN, meter diperiksa dan ditunjukkan permasalahan karena ada pemasangan kawat untuk memperlambat putaran meter. Padahal kawat yang ditemukan ini pada saat diambil tidak pernah ditunjukkan ke isteri saya sebagai saksi pada saat membawa meter, tetapi temuan ini dimasukkan dalam berita acara di ruang pemeriksaan meter. Kemudian segel yang dikatakan rusak sudah dipotong kawatnya, padahal di pagi hari ketika saya periksa dan foto (disaksikan tetangga rumah sebelah) semua segel tidak ada yang rusak. Setelah proses pemeriksaan selesai, kami diharuskan membayar denda sebesar Rp 2,700,000,- jika mau tersambung kembali. Kami minta kebijakan PLN karena kami tidak merasa berlaku curang justru kami melaporkan kondisi meter yang tidak normal yang menurut kami karena meter terlalu tua, tetapi PLN malah menganggap niat baik ini sebagai hasil operasi penertiban mereka. Capek…bernegosiasi..karena petugas PLN dari staff sampai pimpinannya nampaknya tidak lebih sebagai robot hidup yang tidak punya hati nurani, logika mereka tidak jalan lagi, denda tetap harus dibayar. Sebagai konsumen yang berada di posisi lemah, rekayasa PLN ini harus kami terima karena kami membutuhkan aliran listrik. Akhirnya, kami harus membayar dan mengisi form berita acara seolah-olah kami membenarkan prosedur penertiban PLN terhadap kasus kami. Karena argumen mereka sudah ketentuan Direksi. Jika Anda mempunyai permasalahan yang sama, sebaiknya Anda berpikir untuk berlaku jujur di mata PLN karena kejujuran dimata PLN ternyata tidak ada artinya. Kejujuran di PLN hanyalah impian. Semoga hajat hidup orang banyak dalam menikmati fasilitas listrik di negeri ini tidak lagi dimonopoli oleh BUMN ini, sehingga rakyat mempunyai pilihan lain ketika tindakan semena-mena oleh pihak PLN dirasakan pelanggan. Kesadaran pelanggan untuk membantu PLN menggunakan listrik secara bersih menjadi sia-sia. Jajaran direksi PLN harus banyak belajar dari perusahaan lain dalam memberikan kebijakan pelayanan yang baik, jangan menutupi kerugian karena miss-management mencari keuntungan dengan cara yang menyulitkan pelanggan. Terima kasih kepada Redaksi yang telah memuat suara pelanggan ini.

ID.Pelanggan 14.100.116346.1/PG11634 wilayah Palembang

Madu, merupakan salah satu obat yang diturunkan Allah dan dijanjikan sebagai obatpun digaransi Allah di dalam Al Qur’an.


وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًاوَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ (68) ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِفَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌأَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لِقَوْمٍيَتَفَكَّرُونَ (69)

Dan Tuhan Penciptamu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”.(68) Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS An-nahl : 68 – 69)

Kepopuleran pengobatan menggunakan madu sudah teruji ribuan tahun yang lalu, sehingga tidak mengherankan penjualan madu menjadi saya tarik tersendiri bagi para pedagang. Namun bagaimana kita sebagai konsumen dapat membedakan mana madu yang asli mana yang aspal. Tentunya Anda sudah mengetahui beberapa metoda pengujian madu asli baik yang secara konvensional maupun modern melalui penelitian laboratorium. Nah..salah satu cara pengujian di bawah ini sungguh menakjubkan saya, dan ini mungkin salah satu tanda kebesaran Allah, Subhanallah.

Ada berbagai macam cara  membedakan mana madu asli, mana madu palsu. Tapi cara-cara tersebut sangat susah. Nah ada cara yang mudah banget yang secara tidak sengaja saya baca didalam postingan di salah satu blog (maaf lupa nama blognya), kebetulan di rumah saya ada  tiga jenis madu yang diperoleh dari sumber yang berbeda : satu toples madu isi 1 Kg saya beli seharga 118 ribu, kemudian 1 botol madu dikasih teman dari Bangka, dan ada 8 botol madu yang saya beli dari pedagang yang biasa mengantar setiap 2 bulan ke rumah. Dari ke tiga jenis madu ini, ternyata satu madu yang saya beli sebanyak 8 botol tidak membentuk benang-benang hexagonal.

Bagaiamana Cara mengetahui madu Asli sebagaimana percobaan saya di atas, bisa Anda praktekkan sebagai berikut :

Tuangkan air putih (air jernih yang sudah dimasak agar nanti madunya bisa diminum) dalam sebuah wadah. Piring atau mangkok. Sebaiknya yang tidak bergambar (saya pakai piring berwarna putih bukan yang seperti kaca) supaya hasilnya tampak jelas. Masukkan setengah atau satu sendok makan madu ke dalam air tersebut. Goyang-goyangkan perlahan-lahan piring tempat di mana air dan madu ditampung, sehingga madu yang ada di dalamnya menyebar, nah pada saat Anda menggoyang maka dapat dilihat perubahan bentuk cairan madu. madu-asli

Jika madu tersebut asli, akan terlihat benang-benang berwarna kuning yang bentuknya menyerupai sebuah sarang lebah (heksagonal), seperti gambar di atas. Subhanallah, sungguh ajaib.

Kalo madunya palsu, misal terbuat dari gula, tentu tidak akan membentuk sarang lebah sebagaimana madu yang saya iuji coba dari madu yang 8 botol.

Semoga bermanfaat bagi Anda pecinta madu.

 

Sate Ayam Tahun Baru

sate

Malam tahun baru 2009, pinginnya bakar sate ayam madura di belakang rumah.Searching dengan mbah google, dapet resep yang menurutku pas dan gampang bikinnya. Mulailah siangnya berburu bahan-bahan resep di dapur bunda bersama anak-anak.

Kemudian berbagi tugas, menyiapkan segala sesuatunya untuk acara bakar membakar malam nanti. Panggangan mulai dibersihkan, tempurung kelapa dijemur. Anak-anak ada yang mengupas bahan-bahan bumbu, beli bumbu kaldu di warung karena persediaan di dapur ngga’ ada, ada yang menusuk daging satenya, pokoknya rame deh. Finishingnya baru saya yang menyelesaikan mulai dari menghaluskan kacang tanah, menghaluskan bumbu, menumis sampai memasak adonan bumbu. Beres, tinggal cuci perabotan yang habis digunakan. Lho…bundanya kemana ? koq. ngga’ terlibat…iya katanya kecapekan, jadi cuma beliin tusuk sate dan menyiapkan fillet ayam, karena dari pagi sudah bikin lontong, opor ayam, acar mentimun+bawang merah.

Sehabis Isya’ , mulai anak yang kecil mulai tidak sabar untuk segera mulai acara bakar-bakaran. Alhasil, enak koq Pa..satenya kayak yang biasa kita beli. Anda mau coba, masak sate, berikut untuk porsi 2 orang (kemarin kami buat untuk 3 kg daging ayam, tentunya bumbunya disesuaikan). Selamat mencoba.

Bahan:
250 g fillet ayam, potong dadu, tusuk dengan tusukan sate
1 buah jeruk nipis, iris
3 butir bawang merah, iris tipis
5 sdm kecap manis
lontong secukupnya

Bumbu Kacang:
3 butir bawang merah
4 butir bawang putih
100 g kacang tanah, goreng
2 butir kemiri
garam secukupnya
150 ml air kaldu
2 sdm minyak goreng

Sambal Bawang:
4 siung bawang putih
10 buah cabe merah kecil
garam secukupnya
minyak goreng secukupnya

Cara Membuat:
1. Bumbu Kacang: goreng kacang tanah lalu haluskan, bawang putih, bawang merah, garam, dan kemiri, haluskan.
Panaskan minyak, tumis bumbu hingga harum, masukkan air kaldu lalu masukkan kacang tanah yang sudah dihaluskan, masak hingga mengental. Angkat.
2. Campurkan 2 sdm bumbu kacang dengan 2 sdm kecap manis untuk celupan sate. celupkan sate kedalam campuran ini, bakar hingga setengah matang. Angkat dan gulingkan kembali dalam bumbu, bakar hingga matang, angkat.
3. Sambal bawang: panaskan minyak, tumis bawang putih hingga setengah matang, angkat. Campur bawang putih, cabe merah kecil, dan garam, haluskan.
4. Sajikan sate ayam dengan bumbu kacang, kecap manis, bawang merah, sambal bawang, jeruk nipis, lontong.

Semua orang pasti sudah mengenal istilah ini, memang bukanlah suatu penyakit yang mematikan namun penyakit yang cukup popular ini terkadang membuat pemiliknya menjadi kurang nyaman baik dari sisi penampilan dan juga terkadang kalau sudah cukup besar maka dapat mengganggu aktifitas juga (contohnya jika kutil berada didaerah telapak kaki dan cukup besar maka cukup mengganggu karena terasa sakit ketika dipakai untuk menapak).

Penyakit ini merupakan jaringan liar yang disebabkan oleh virus, dan terkadang mudah menyebar membuat benjolan-benjolan kecil ditempat lain, dan yang palin ekstrim pernah kita saksikan kasus Dede yang dijuluki “Manusia Akar” atau “Manusia Pohon

Menurut dokter ahli  kulit dari Universitas Maryland yang meneliti, penyebab penyakit Dede adalah human papilloma virus, virus kutil biasa. Akan tetapi, virus menyebar karena ketidak normalnya sistem kekebalan Dede (berita KOMPAS, Rabu, 21 November 2007.

Sebenarnya banyak cara untuk menghilangkan penyakit ini, dan jika ada ingin melakukannya secara medis maka biasanya dokter akan melakukan pembedahan lokal dengan mengangkat jaringan kutil tersebut. Pengangkatan yang lebih canggih menggunakan system laser. Cuma cara ini ada beberapa kendala pertama mungkin dari segi biaya ke dua mungkin jika biaya bukan jadi persoalan adalah kendala rasa takut menghadapi pisau bedah (terbayang sesuatu yang aneh-aneh ya).

Apakah ada obat lain yang bisa membasmi si kutil ini,

Saya pernah searching di dunia maya, ada beberapa tips misalnya dengan buah papaya mentah (lihat link ini )  yang katanya dilakukan selama 2 mingguan,  ada juga yang menggunakan buih kayu bakar (lihat link ini) wah kalau di perkotaan sulit juga ya cari kayu bakar. Kemudian ada juga yang merekomendasikan dengan air aki. Masya Allah pengobatan dengan bahan kimia yang cukup keras bagaimana efek sampingnya, tidak terbayang deh.

Atau Anda sudah pernah mencoba mencabut kutil seperti gambar di bawah ini ?

cabut-kutil

gbr. Kutil yang dicabut

Atau Anda mau mencoba menggunakan cara medis dengan jalan operasi (berapa duit …).

alat-mengangkat-kutil

gbr. Alat untuk mengangkat Kutil seperti solder

Saya coba memberikan solusi dengan obat tradisonal yang mudah dibuat dan bahannya mudah didapat, karena sudah saya buktikan sendiri kemanjurannya.ceritanya begini :

Dulu sewaktu SMP  saya berusaha menghilangkannya dengan obat pembasmi kutil yang cukup terkenal  merknya yaitu collomack (yang katanya bisa untuk kutil, kapalan, dan mata ikan) dari apotik. Setelah diolesi cairan obat tersebut, beberapa hari kemudian kutil mengering dan mengelupas.  Tampaknya kutil sudah berhasil dihilangkan, namun setelah beberapa lama, kutil tumbuh lagi di tempatnya yang sama. Saya coba lagi olesi kutil tersebut dengan obat yang sama, namun hanya sementara menghilang dan kemudian  “tumbuh” kembali. Karena obat ini hanya menghilangkan lapisan kulit saja tidak membunuh akarnya, semakin tipis kulit maka semakin perih dipakainya obat ini. Akhirnya saya merasa bosan dan putus asa menggunakan obat tersebut, karena kutil tetap saja tumbuh kembali malah bertambah ditempat yang lain.

Suatu saat saya mendapat rekomendasi untuk menghilangkan kutil dengan ramuan sederhana 3M ( Murah Meriah Manjur) dimana kutilnya diolesi  kapur sirih dicampur sabun ! Nanti kan kutilnya mengering / mengkerut dan beberapa hari kemudian kutil hilang sampai keakar-akarnya …… ”

Setelah saya coba mengolesi kutil saya dengan kapur sirih yang dicampur sabun, Sungguh menakjubkan hasilnya, besoknya bekas kutil mengering dan beberapa hari kemudian bekas2 kutil hilang sampai keakar-akarnya. Resep ini saya cobakan juga ke anak saya beberapa waktu yang lalu setelah sebelumnya  dia mencoba menghilangkan sendiri dengan cara mencabut/menarik kutil sampai berdarah-darah. Saya buatkan ramuan 3M ini dan setelah itu  dalam 2 kali pemakaian kutil mengering dan sampai sekarang kutil hilang.

Ramuan obat kutil 3 M ini (Murah Meriah Manjur) sudah dicoba oleh beberapa orang yang punya penyakit kutil juga dan Alhamdulillah berhasil, bahkan ampuh juga lho untuk menghilangkan “tahi lalat’. Nah..untuk menghilangkan tahi lalat baru terbukti dari pembaca blog ini yang secara nekat mengujicobakannya ke tahi lalat (tulisan ini sebagai update tulisan di blog ini dengan judul yang sama). Padahal sebelumnya aku tidak merekomendasikannya karena belum pernah membuktikan dan melihat buktinya secara langsung. Untuk itu saya tuliskan aja di blog ini sebagai editing postingan ini, yang mudah-mudahan juga bermanfaat bagi pembaca lainnya jika mempunyai problem yang sama.

Cara melakukan Pengobatan dengan ramuan 3M :

  1. Siapkan kapur sirih sedikit aja mungkin sebanyak 2 kali pentol korek api
  2. Siapkan sabun (boleh sabun apa aja, enaknya sabun colek seperti OMO, B29, Wings, dll agar mudah mencampurnya sebanyak 2 pentol korek api.
  3. Campurkan kapur sirih dan sabun dengan perbandingan 1 : 1. sampai rata
  4. Jika kapur sirih mengering, tambahkan air bersih secukupnya, jangan terlalu encer
  5. Olesi kutil dengan menggunakan cotton bud atau tusuk gigi (jangan sekali-kali mengoles pakai jari tangan, karena campuran  sabun dan kapur sirih bisa “mengelupaskan”  kulit jari tangan anda).
  6. Siapkan obat anti infeksi (obat luka) “Bethadin, Garamicyn”.atau yang lainnya
  7. Siapkan obat untuk membantu mempercepat tumbuhnya jaringan kulit baru seperti Bioplacenton atau sejenis 
  8. Olesi kutil atau tahi lalat dengan 3M. Tunggu beberapa menit sampai obat bereaksi  dan 3M mengering. Kalau tidak kuat menahan sakit, bisa dicuci untuk sementara nanti besoknya bisa diolesi lagi namun sebaiknya bisa ditahan sampai obat mengering (+/- 5 sampai 10 menit).Pemberian 3M hanya pada bagian yang sakit jangan melebar keluar karena bisa menyebabkan luka.
  9. Jika kutil / tahi lalat belum menyusut tuntas, ulangi lagi dengan olesan obat kutil.
  10. Pengolesan beberapa kali dilakukan pada waktu yang sama berurutan sampai tuntas. Ada yang cukup dengan 1 kali pemberian 3M tetapi ada juga yang lebih. Biasanya maksimal pemberian tidak lebih dari 3 kali sudah cukup.
  11. Hasil pengolesan bisa mengakibatkan kutil langsung mengering atau terkadang agak membengkak memerah terutama pada bagian pinggir kutil atau tahi lalat tetapi tidak mengapa. Jika sudah nampak perubahan warna seperti terbakar dan mulai mengkerut pemakaian dihentikan dan sudah cukup atau ketika diberikan untuk yang ke dua atau ke tiga kalinya Anda sudah tidak kuat menahan sakit maka hentikan pemberian, dan kalau terjadi luka olesi dengan bethadine atau obat luka lain seperti garamicyn.
  12. Tunggu proses lepas dalam waktu beberapa hari (tergantung kondisi juga terkadang ada juga  yang baru 1 minggu lepasnya asal jangan dipaksa dikopek sendiri) kutil / tahi lalat akan mengering dan akan rontok sampai keakar-akarnya.
  13. Terkadang pada saat kutil / tahi lalat copot akan menimbulkan lubang, jangan panik dan tetap diberi obat luka saja sampai rata kembali dan selanjutnya bisa diberi obat perangsang tumbuhnya jaringan kulit seperti Bioplacenton (bisa beli di apotik harganya murah).
  14. Campuran kapur sirih dan sabun hanya untuk sekali pakai, tidak bisa disimpan lama karena kurang berkhasiat lagi. Jadi setiap pemberian buat adonan 3M baru.Tips nya buat sebesar pentol korek api aja setiap kali membuat adonan 3M.
  15. Jika ada yang perlu ditanyakan bisa hubungi saya di email : abusyafwan@hotmail.com 

 

swissparis-obat-tahi-lalat-dan-kutil

Selamat mencoba bagi yang punya kutil atau tahi lalat !! dan tentunya berminat untuk menghilangkannya  kalau pingin dipelihara yang ngga’ perlu ikut nyoba. Semoga berhasil tuntas …

Atau bisa juga dicoba dengan obat yang sudah jadi “Lotion Swiss Paris”, cuma saya belum pernah cari lotion ini apakah di Apotik atau toko obat. Kalau di Jakarta atau Surabaya mungkin banyak dijual di Toko Obat atau Apotik harganya dari informasi salah satu Blog yang pernah saya kunjungi tidak sampai 20 ribuan dan siempunya blog bersedia juga untuk dititipin beli harganya 100 ribuan gitu, cuma link blognya lupa….coba aja di search engine mungkin nemu link tsb.

Jika Anda berdomisili di Jakarta, mungkin bisa juga mencoba mendatangi pakar Tahi Lalat Zhou Sung Hung Mangga Dua Square, GF Blok A17-06. Telepon: 021-935 66695. Promosinya bisa menghilangkan dalam 3 hari dengan biaya Rp100.000,-  (baca di kompas online berikut ). Tetapi saya belum pernah nyoba dan belum pernah tahu tingkat keberhasilannya. Jadi jangan salahkan saya kalau informasi saya ini tidak benar.

Tapi kalau Anda percaya dengan resep 3M (murah tapi bukan murahan he he..) tidak ada salahnya dicoba agar Anda terbebas dari Kutil atau Tahi lalat yang mengganggu penampilan Anda.

Dengan begitu banyaknya yang menanyakan tentang bisa tidak 3M untuk menghilangkan penyakit kutil kelamin (Jengger Ayam), saya tegaskan saya belum pernah nyoba dan membuktikan sendiri akan keberhasilannya. Tetapi  secara umum memungkinkan untuk menggunakan 3M. Jika Anda berdomisili di Jakarta ada informasi dokter kulit yang dapat membantu keluhan Anda mengatasi penyakit jengger ayam ini, informasi yang saya dapat pengobatan  yang diberikan tanpa operasi dan biaya pemeriksaannya juga murah banget tidak sampai 100 ribu ( Agusuts 2009 biaya 50 ribu an) dan resep obat yang harus diambil juga ngga nyampe 100 ribuan.

Alamat dokter :

Dr.otto maulana
Jl.kebayoran lama raya
Ph.(021) 7244089,7256738
Praktek : senin,rabu,jum-at jam 4-5 sore

Or di klinik raden saleh
Jl.raden saleh raya no 18y
Ph.(021) 3900224
Praktek : senin-jum’at jam 6-8 mlm

Or di RSAL DR Mintohardjo
Jl.bendungan hilir jakpus
Ph.(021) 5703081 ext 171/176

TESTIMONI  3M Bisa menyembuhkan Kutil Kelamin

Subhanallah, ternyata obat yang begitu murah dan mudah diperoleh ini bisa juga menyembuhkan penyakit kutil kelamin / Jengger Ayam. Atas saran dan permintaan salah seorang pembaca yg sudah mencoba dan berhasil menghilangkan kutil kelaminnya memberikan testimoninya kepada saya dan berharap pengalamannya ini menjadi semangat bagi penderita yang sama, semoga Allah memberikan kesembuhan sebagaimana yg dia peroleh. Berikut penuturannya :

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….
mas apa kabar,semoga selalu sehat sekeluarga amin..
saya mau sedikit cerita,, beberapa hari yang lalu -maaf- di penis saya terdapat kutil kecil2,dan dokter memvonis bahwa itu kutil kelamin (astaghfirullah…saya mohon ampun kepada ALLAH subhanahu wata’ala atas kekhilafan saya).
sedih,dan bingung karena kutil ini meski kecil namun memberi beban psikologis yang berat dalam hati saya,,,saat itu jalan satu2 nya harus dicauter,,dan saya sudah janji dengan dokter tersebut tiga hari kemudian untuk melakukan cauter,,namun ALLAH memberi jlan lain,,saya diberikan keberanian untuk melakukan pengobatan dengan ramuan 3M (sebelum ke dokter kulit sebenarnya saya sudah membaca blog anda,namun belom berani melakukannya),
akhirnya saya nekat melakukan pengobatan dengan 3M ,dan alhamdulillah kutil saya hilang tanpa bekas,,
saya sangat berterima kasih, melalui anda ALLAH memberikan saya kesembuhan,,sekarang saya harus banyak2 bertaubat dan doakan saya semoga penyakit ini tak lgi menganggu kehidupan saya,,dan untuk anda semoga selalu dalam lindungan rahmat ALLAH,,
saya harap anda bisa menulis postingan tentang bisanya ramuan 3M ini menghilangkan atau menyembuhkan kutil kelamin…agar orang2 yang mengalami nasib yang sama dengan saya bisa meraih kesembuhan dengan cara MUDAH MURAH dan insyaALLAH MANJUR
akhir kata,, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dan memohon doa anda agar saya bisa terhindar dari penyakit ini lagi,dan bisa menjalani hidup sesuai tuntunan islam..
terima kasih,,WASSALAM “

Testimoni dari Tika yang mencoba untuk menghilangkan kuti di bibir bagian kewanitaan (lihat comment di tgl 29 Oct 2012).

Tika

alhamdulillah ya allah akhirnya kutil kecil di bibir vagina saya sudah hilang, udh selama 2 thun ini saya pendam, 3x saya oles dalam wktu 7-8 menit tuh perih bgt tp saya tahan, mulai memerah dan mengempis, lama2 mengecil/mengkerut dan saya biarkan saja (TIDAK DIKOPEK ATAU DICONGKEL) dan sktr semingguan udh rata ama kulit bibir vagina saya, skrg tinggal bekasnya aja putih gtu tp gk terlalu kelihatan. mudah2an gak akan tumbuh lagi, amin ya allah. klo mnrt mas abu gimana? kemungkinan untuk tumbuh masih ada atw gimana mas mnrt pndpt mas? pkknya mulai skrg saya hrs berusaha lebih menjaga kebersihan khususnya di daerah vital dan lebih berhati2. buat mas abu makasih byk ya mas tips 3M nya, semoga allah membalas smw kebaikan mas yg sudah membantu/men share tips untuk orang2 seperti saya dalam kesulitan. amin ya allah. mas email saya tetep jgn di publish ya slnya sy malu kalo2 ada yg kenal saya. klo mslnya ada yg minta buat berbagi info saya welcome saja berbagi tp ntr saya kasih alamat email saya yg lain. plz ya mas. makasih byk mas abu. buat temen2 yang lain yg punya problem sama, jangan putus asa tetep lakukan tips 3M ini, insyaallah klo sesuai dengan petunjuk penggunaannya yang dijelaskan panjang lebar dan dengan kesabaran dalam menjawab pertanyaan2 oleh mas abu maka insyaallah bisa berhasil, yg penting niat besar dan minta pertolongan kepada allah.

Salam

bedahCommission on Scientific Signs of Qur’an & Sunnah
Adalah lembaga pengkajian aspek Sains & teknologi dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Didirikan pada tahun 1987 di bawah suvervisi Rabithah Alam Islami di Makkah Al-Mukarromah. Penggagasnya adalah seorang ulama asal Yaman, Syekh Abdul Majid Zendani. Beliau adalah seorang ahli farmasi yang sangat menguasasi sains moderen, tafsir dan hadits. Sekarang dipimpin oleh Syekh Dr. Abdullah Al-Mushlih, seorang ulama Saudi Arabia.

 
Setiap kita mengunjungi orang sakit, kita selalu mendoakannya agar diberi Allah kesembuhan. Namun, sejauh mana keyakinan kita terhadap pengaruh do’a yang kita ucapkan tersebut terhadap kesembuhan orang yang kita kunjungi tadi? Jangan-jangan kita mengucapkannya hanya sekedar kebiasaan; dengan kata lain sebatas diucapkan dengan lisan, tanpa diiringi keyakinan bahwa doa’ tersebut merupakan salah satau metode pengobatan yang diajarkan Rasululullah Saw kepada umatnya.

Lantas, apa pengaruh do’a terhadap kesembuhan? Inilah yang dipelajari Dr. Dhiyak Al-Haj Husen, seorang pakar kesehatan bidang rematik di Ingris, anggota Asosiasi Pengonatan Sakit Punggung dan Akupuntur Ingris dan juga anggota Asosiasi Pengobatan Sakit Punggung Dengan Laser di Amerika.

Dalam sebuah eksperimen yang dilakukannya menggabungkan metode pengobatan moderen dengan metode Nabi (Thibbunnabawi) dengan tujuan mengetahui dengan pasti sejauh mana efektifitas Laser yang dibarengi dengan do’a dalam mengobati penyakit punggung / tulang belakang yang diderita para pasiennya.

Dr Dhiyak menjelaskan bahwa penyakit bagain belakang / punggung adalah yang paling banyak diderita manusia saat ini setelah rematik, berdasarkan kunjungan para penderita ke dokter. Dalam berbagai penelitian dijelaskan bahwa hamper 80 % penghuni bumi saat ini pernah menderita sakit di bagian bawah punggung semasa hidup mereka.

Melihat adanya efek samping dari obat-obat dan konsentrasi para pakar kesehatan hanya terhadap aspek fisik tanpa peduli terhadap aspek rohani maka muncul berbagai tawaran untuk menggunakan pengobatan komprehensif (penyempurna) seperti kemoterapi, akupuntur, laser dan pengobatan fisik-psiskis seperti meditasi (merenung) dan doa untuk kesmebuhan.

Berdasarkan pemikiran tersebut saya menggabungkan antara metode pengobatan moderen dengan pengoatan Nabi (Thibbunnabawi) dalam penelitian / eksperimen yang saya lakukan. Hal tersbeut saya lakukan untuk mengetahui secara pasti efektifitas Laser dengan do’a dalam mengobati sakit punggung yang diderita para pasien.

Saya menerapkan metode tersebut kepada 40 pasien yang umur mereka berkisar antara 30 sampai 65 tahun. Semua mereka adalah penderita penyakit punggung lebih dari tiga bulan. Para pasien tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama dengan menggunakan sinar laser ringan saja di tempat-tempat / titik-titik akupuntur sebanyak 40 titik di semua tubuh mereka. Kelompok kedua dengan melakukan hal yang sama, namun ditambah dengan do’a yang diajarkan Rasul Saw :

أسأل الله العظيم رب العرش العظيم أن يشفيك

“Aku memohon pada Allah yang Maha Agung, Tuhan Pencipta singgasan yang agung agar berkenan menyembuhkanmu”

Do’a tersebut saya baca sebanyak tujuh kali setiap titik akupuntur saat menngunakan laser, tanpa didengar dan diketahui oleh sang pasien bahwa saya menggunakan do’a agar terhindar dari mispresepsi.

Penilaian tingkat rasa sakit dan sejauh mana kemampuan pasien untuk membungkuk (ruku’) diakukan langsung setelah selesai terapi, kemudian setelah 4 pekan, 8 pekan, 12 pekan dan setelah 6 bulan.

Hasilnya sangat mengagumkan. Kelompok dengan menggunakan do’a ternyata sudah mengalami proses kesembuhan secera signifikan sejak selesai terapi dan terus meningkat kesembuhannya sampai setelah enam bulan berikutnya. Sedangkan yang tidak menggunakan do’a hanya megalami sedikit perubahan sejak selesai terapi dan setelah beberapa pekan saja. Setelah dua bulan rasa sakit datang kembali.

Subahanallah…

Sebuah hasil penelitian seorang pakar yang sangat mengagumkan dan dapat dipercaya kebenarannya. Sebab itu, Lembaga Saintifik dalam Qur’an dan Sunnah (Commission on Scientific Signs of Qur’an & Sunnah) mengajak untuk memperbanyak do’a saat Anda menghadapi sakit, apakah yang sakit itu istri/suami, anak-anak, karib kerabat dan siapa saja yang Anda kunjungi. Dengan penuh keyakinan do’a Anda dikabulkan Allah. Anda pasti akan menyaksikan hasilnya dengan izin Allah.

Separah apapun penyakit yang diderita, maka jangan sekali-kali berputus asa akan rahmat Allah. Kewajiban kita meminta kepada Allah yang Maha Agung, Tuhan Pencipta singgasana yang agung agar berkenan menyembuhkan penyakit kita.. Amin..
(Majalah Al-I’jaz Al-Ilmi No 30, Jumadil Akhir 1429)

Maafkan Aku Isteriku

maaf4Emak, saya dibesarkan oleh Emak dengan penuh perhatian. Emaklah yang memandikan saya dan adik-adik hingga saya mampu untuk mandi sendiri. Saya dan adik-adik hanya berbaris di depan sumur lalu Emak menguyur tubuh kami dengan ember yang berisi air yang ditimba dari dalam sumur.

Emaklah yang memakaikan seragam sekolah hingga menyuapi sarapan pagi. Saya hanya tinggal buka mulut, suapan tangan Emak pun masuk ke mulut saya. Lalu Emak akan mengantar kami ke sekolah. Setelah itu Emak kembali ke rumah untuk mengurus Bapak.

Bapak, saya tak pernah dekat dengan Bapak. Bukan karena Bapak saya orang jahat. Bukan karena saya tak pernah mencurahkan gundah di hati saya. Bukan karena Bapak tak pernah memeluk saya dengan hangat. Bukan karena Bapak tak pernah tertawa dengan gurau yang saya lontarkan.

Entahlah hati saya merasa jauh dari Bapak. Kami memang saling menyapa, tetapi semua itu hanya basa-basi. Saya dan Bapak tidak pernah berbicara mengenai perasaan kami. Saya tak pernah mendengar ungkapan cinta dari bibir Bapak. Saat Bapak memeluk, saya merasa dipeluk oleh mahluk asing. Hambar, tak ada gejolak.

Berbeda ketika Emak memeluk saya. Saya merasa begitu damai dan aman. Saya seperti mendengar nyanyian merdu dari dalam dadanya. Tubuhnya begitu hangat membuat saya betah berlama-lama dalam pelukan Emak sehabis mandi pagi.

Pada Emaklah saya banyak bercerita. Tentang sekolah dan teman-teman saya. Juga saat pertama kali saya suka pada teman wanita saya. Emak mengajarkan saya banyak hal. Tetapi Emak tak pernah mengajarkan saya pekerjaan rumah. Emak bilang itu pekerjaan perempuan.

Bapak, tak pernah mengajari saya. Bapak memberikan hadiah sepeda tetapi tidak mengajari saya naik sepeda. Bapak membelikan saya kelereng, tetapi tidak mengajari saya cara menggunakannya. Bapak membelikan saya layangan tetapi tidak menemani saya bermain layangan. Hanya Bapak sering berkata bahwa saya tidak boleh cengeng. Lelaki tidak boleh menangis. Jadi laki-laki harus kuat dan tegar.

Saya sering memperhatikan Emak mencuci piring. Melihat busa yang dihasilkan oleh sabun colek yang Emak pakai. Saya ingin membantu Emak agar saya dapat bermain dengan sabun tersebut. Tetapi Emak melarang saya, malah Emak meminta saya untuk bermain layangan dengan teman-teman saya di depan rumah.

Saya ingin membantu Emak di dapur, tetapi lagi-lagi Emak berkata itu pekerjaan perempuan. Malang sekali perempuan, pikir saya saat itu. Apalagi saya tak pernah melihat Bapak membantu Emak mengurus kami ataupun membantu Emak di rumah. Semuanya dilakukan oleh Emak. Kata Emak karena Bapak sudah capek bekerja mencari uang, lagi pula semua itu tugas perempuan.

Suatu ketika saat bermain kelereng saya berkelahi dengan seorang anak lelaki seusia saya. Tetapi badannya lebih kecil. Saya pukul dia hingga badannya babak beluk. Teman-teman saya tidak ada yang memisahkan kami. Bahkan mereka menyemangati kami. Hingga akhirnya Bapak anak yang saya pukul datang lalu memisahkan kami.
“Anak siapa kamu?! Anak kurang ajar! Dimana Ibumu?!” Lelaki itu menghardik saya. Lalu membawa saya pulang. Dia pun menghardik Emak. Katanya Emak tidak becus mengurus dan mendidik saya hingga saya menjadi anak kurang ajar. Rasanya saya ingin menghajar lelaki tersebut yang berani memaki Emak.

Kasihan Emak. Sejak saat itu saya tak nakal lagi. Saya tak ingin Emak yang disalahkan karena kenakalan saya. Tak ingin Bapak marah pada Emak karena perbuatan saya.

Saya mulai beranjak remaja, di sekolah saya sering menjadi juara kelas. Bapak datang mengambil rapor saya. Bapak dipuja oleh kepala sekolah dihadapan orangtua yang lainnya. Saya pun bertanya dalam hati, mengapa Bapak yang dipuja ketika saya berprestasi. Bukankah Emak yang telah mengajari saya?

Setamat SMA saya melanjutkan kuliah di kota lain. Saya mulai aktif di kegiatan masjid. Saya mulai belajar tentang agama saya. Juga mengenai peran perempuan yang sebenarnya. Tidak seperti yang selama ini saya dapat dari Emak. Dan Emak mendapatkannya dari nenek saya.

Ketika musim libur saya kembali ke rumah. Di rumah Emak mengurus saya sama seperti saya waktu kecil. Saya ingin menolaknya. Tetapi setiap kali melihat kebahagian di mata Emak saat menghidangkan makanan di hadapan saya, keinginan tersebut lenyap. Begitu juga saat saya ingin membantu Emak membersihkan rumah. Emak melarang saya dan meminta saya duduk di serambi rumah dengan Bapak. Hati saya merasa tak nyaman melihat Emak bekerja sementara Bapak hanya duduk sambil menghisap rokok ditemani secangkir kopi.Tetapi saya tak bisa berbuat apa-apa. Saya pun memenuhi permintaan Emak duduk di sebelah Bapak, tetapi kami hanya saling membisu. Seperti dua mahluk yang berbeda, tak tahu harus berkata apa.

Setelah saya selesai kuliah, saya pun menikah dengan teman kuliah saya yang berasal dari kota yang sama. Seperti Emak, isteri saya mengurus saya dan rumah dengan baik. Walaupun dia juga bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan. Saya mulai merasakan sesuatu yang salah dalam diri saya. Rasanya saya sudah terbiasa hidup dilayani. Saya sudah terbiasa hidup seperti raja, walaupun saya tahu itu tidak benar. Seharusnya saya membantu isteri saya di rumah, tetapi saya tidak terbiasa untuk itu. Dari kecil saya tidak dilatih untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Isteri saya tidak pernah mengeluh, walaupun saya tahu tubuhnya sangat letih. Dia selalu berkata ingin menjadi isteri yang baik. “Isteri harus berbakti dan melayani suami,” pesan ibu mertua pada isteri saya.

Saat anak pertama saya lahir, ada rasa bahagia dan takut dalam diri saya. Entahlah saya takut tak dapat mendidiknya dengan baik. Apalagi saya tak pernah melihat Bapak mengajari kami ataupun menasehati kami tentang kehidupan. Saya tak tahu harus mencontoh siapa dalam mendidik putra saya.

Setelah melahirkan, isteri saya tinggal di rumah, mendapat cuti dari kantornya. Dia pun merawat bayi kami dengan baik. Malam hari ketika bayi kami menangis, isteri saya berusaha menenangkan tanggisan tersebut. Bayi kami dibawa keluar kamar. Isteri saya tak ingin tidur saya terganggu dengan tanggisan tersebut. Ketika saya ingin menenangkan bayi kami, isteri saya meminta saya kembali tidur. Dengan alasan besok saya harus masuk kerja, sedangkan dia tak perlu ke kantor. Saya pun menurut, lagi pula saya memang ngantuk. Saya tak pernah berusaha meyakinkan isteri saya. Mungkin karena ada perasaan aneh saat saya harus mengurus bayi, atau karena saya sudah merasa keenakan dengan kebaikan isteri saya.

Isteri saya telah habis masa cutinya, tetapi perhatian pada bayi kami tidak berkurang. Dia tetap memberikan ASI. Saat pulang dari kantor isteri saya datang membawa ASI yang disimpan dalam botol-botol kecil. Walaupun isteri saya harus lembur tak lupa dia dengan kebutuhan bayi kami.

Hari itu, isteri saya pulang terlambat. Saya sudah terlelap tidur saat dia datang. Sedangkan bayi kami diurus oleh pengasuhnya sampai isteri saya datang. Isteri saya kembali ke rumah dalam keadaan sangat letih. Bayi kami menangis malam itu. Seperti biasa isteri saya bangun untuk menenangkan bayi kami. Tidak seperti biasanya malam itu isteri saya membiarkan bayi kami tetap berada di kamar sedangkan dia keluar untuk mengambil botol susu.

Saya baru saja akan terlelap dalam mimpi ketika saya mendengar teriakan dan dentuman dari arah tangga rumah kami. Segera saya loncat dari tempat tidur menuju suara tersebut. Jantung saya berpacu cepat seketika saat melihat di bawah tangga isteri saya tergeletak tak bergerak. Saya berusaha membangunkannya tetapi dia tidak juga bergerak. Rupanya ketika dalam keadaan letih, ngantuk dia berjalan dalam ruangan gelap menabrak ujung tangga dan terpeleset jatuh. Kepalanya menghantam tangga hingga ke lantai satu.

Setelah tak sadarkan diri selama lima hari, isteri saya pun pergi menghadapNya. Saya hanya dapat menyesali diri. Saya menyesal tidak membantu isteri saya dalam mengurus bayi kami malam itu. Padahal saya bisa memberikan ASI dalam botol tersebut. Saya tahu tugas sayalah melindungi isteri dan bayi kami. Tetapi mengapa saya ragu? Kini saya tak tahu bagaimana merawat dan membesarkan bayi. Bagaimana mendidiknya kelak. Saya tak pernah punya contoh. Isteriku, maafkan aku. Oleh Al Furqan source http://eramuslim.com

Engkau telah menggapai kemuliaan dunia yang hakiki. Tak ada orang lain. Tak ada orang yang dapat mencapai derajat tertinggi itu. Engkau telah mencapai derajat yang paling puncak yang tidak dapat didaki, kecuali hanya oleh orang-orang yang ikhlas. Orang-orang banyak beribadah, bercita-cita luhur, dan meninggalkan dunia beserta kesenangannya.

Ia adalah orang yang paling dekat dengan sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu. Ia adalah orang yang paling wara’. Ia adalah seorang pria yang hatinya sangat lembut.Suka menumpahkan air mata. Apabila shalat ia lupa akan segala hal. Tak ingat lagi kehidupan dunia. Ia sangat mencintai Rabbnya. Ibadahnya tak pernah henti. Ada seorang pria ‘Aslam, yang memberikan kesaksian, ketika melihat orang itu sedang shalat, yang ia tak pernah melihat dilakukan oleh orang lain. “Apabila ia sujud, ia laksana kain yang dilempar dan dihinggapi oleh burung-burung”, ujar ‘Aslam.

Saat menjelang malam Ia jarang tidur. Ia tak memejamkan matanya. Saat orang lain sedang asyik dibuai mimpi-mimpi. Keluarganya pun kasihan kepadanya.Sampai seorang putrinya menegurnya. “Wahai ayah!. Mengapa selalu terjaga? Padahal orang-orang sedang asyik tidur?”. Orang itu menjawab pertanyaan putrinya. “Sesungguhnya neraka janaham terbayang di mataku!, ucap ayahnya. Suatu ketika. Orang itu berkata kepada putrinya yan ia cintai itu, dan berkata : “Aku sangat takut. Takut aku tergelincir ke dalam neraka”, kata ayahnya.

Para sahabat lainnya, ingin mengetahui, bagaimana lamanya shalat tahajud di malam hari. Salah seorang sahabat, lalu menuturkan : “Mereka menaruh tanda di rambutnya, karena rambut orang itu tebal, untuk mengetahui orang itu tidak atau tidak? Ternyata tanda yang mereka taruh itu tidak berubah. Dari peristiwa itu, diketahui ia tidak membaringkan tubuhnya di malam hari”.

Bila pagi tiba. Ia berkata :”Selamat datang, wahai para malaikat Allah. Tulislah, ‘Bismillaahir-Rahmanaanir-Rahim, subhanallah, wal-hamdulillah, laa Ilahaa illallaah wallaahu Akbar!”. Ia sangat meresapi makna all-Qur’an, bila membacanya. Mengetahui apa yang diperintah dan larangannya. Mengenal betul janji dan ancamanNya. Suatu kali, ia melakukan shalat tahajud, dan membaca ayat : “Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, yaiu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu”. (al-Qur’an : 45:21) Ayat itu merasuk ke dalam pikirannya. Sampai tidak dapat melanjutkannya. Ayat itu diulang-ulang sampai pagi hari. Ia merasakan lezatnya, ketika membaca al-Qur’anul Karim.

Siapa orang itu? Ia tak lain adalah Rabi’ bin Khutsaim bin ‘Aidz rahimahullah. Ia adalah murid Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, yang menjadi pewaris ilmunya, peneladan akhlaknya, imam dalam ibadah, zuhud, dan wara’.

Rabi’ tak suka memperlihatkan amal ibadahnya. Ia bahkan berupaya menyembunyikan ibadahnya. Ketika ada orang menemuinya sedang ia sedang memegang mush’af al-Qur’an, ia menutupinya dengan kain agar tak terlihat. Rabi’ tidak melakukan shalat sunnah di masjid jami’. Ia hanya satu kali orang-orang melihatnya mengerjakan shalat sunnah. Rabi’ bin Khutsaim rahimahullah telah mencapai tingakt rasa takut kepada Allah Azza Wa Jalla yang sangat tinggi. Hatinya selalu dipenuhi oleh khasyatillah (takut kepada Allah). Orang yang keadaan seperti itu, pasti akan ringan bagi dari segala musibah dan ujian dunia.

Suatu kali. Rabi’ pergi bersama dengan Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Mereka berdua melihat tukang besi. Mereka berdua melihat besi yang sedang menyala dan ditempa. Lalu, Ibnu Mas’ud melanjutkan ke tempat lain. Sampai ditepian sungai Eufrat. Ditepian sungai yang membelah kota Bagdad itu, mereka bertemu dengan seorang pandai besi yang mengerjakan pembuatan perkakas. Saat melihat api yang menyala-nyala itu, Abdullah bin Mas’ud membacakan ayat al-Qur’an : “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya. Dan, apabila mereka dilemparkan ketempat yang sempit di neraka itu dengan dibelenggu, mereka di sana mengharapkan kebinasaan”. (al-Furqan :25:12-13). Saat itu, tiba-tiba Rabi’ pingsan, dan digotong ke rumahnya. Abdullah bin Mas’ud menunggui sampai dhuhur. Belum juga siuman. Sampai ashar belum juga siuman. Dilanjutkan sampai magrib. Belum juga siuman. Baru sesudah itu, Rabi’ siuman, kemudian Abdullah bin Mas’ud meninggalkannya. Itulah kondisi orang-orang yang bertaqwa.

Seorang dari Bani Taymillah bercerita, dan pernah mendampingi Rabi’ selama dua tahun. Selama dua tahun itu, orang menceritakan, bahwa Rabi’, hanya berbicara satu kali, yang berkaitan dengan dunia, dan dalam bentuk pertanyaan. “Apakah ibumu masih hidup? Berapa masjid dilingkunganmu?”. Orang yang hatinya sibuk dengan zikrullah, tak memiliki kesempatan menyebut-nyebut dunia.

Pernah Rabi’ terkena penyakit lumpuh dalam waktu yang lama. Suatu ketika ia ingin makan daging ayam. Namun, ia menahan keinginannya itu selama empat puluh hari. Baru, ia berkata kepada istrinya : “Aku ingin makan daging ayam sejak empat puluh hari yang lalu, agar keinginanku dapat diredam”, ucapnya. “Subhanllah.Mengapa itu tidak engkau lakukan?”, sahut istrinya. Maka, istrinya menyuruh seseorang pergi ke pasar membeli ayam. Lalu, disembelihnya ayam itu. Usai menyembelih ayamnya, lalu memasak ayam itu, dan dicampur dengan roti, kemudian istrinya menghidangkan masakan itu kepada suaminya.

Betapa. Saat Rabi’ akan makan hidangan ayam beserta roti, di depan pintu datanglah seorang pengemis dan meminta- “Berikanlah ini kepadanya. Semoga Allah Azza Wa Jalla memberkahi”, kata Rabi’ kepada istrinya. “Subhanallah”, sahut istrinya. “Sudahlah. Berikan kepada dia”, kata Rabi’. Isterinya lalu berkata : “Kalau begitu aku akan melakukan hal-hal yang lebih baik”, tukas istrinya. “Apa?”, tanya Rabi’ kepada istrinya. “Aku akan memberikan uang seharga makanan ini”, jawab isterinya. Setelah isterinya menyerahkan uang itu kepada pengemis itu, lalu Rabi’ berkata :”Berikanlah uang berikut makanan itu seluruhnya”.

Suatu hari datang seoran laki-laki ke rumahnya meminta nasehat. Rabi’ rahimahullah mengambil kertas lalu menulsikan kata-kata : “Katakanlah, marilah kebucakan apa yang diharamkan Tuhanmu,yaitu : Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Berbuat baiklah terhadap kedua orang tuamu (ibu-bapak), dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin. Kami akan memberi rezeki kepada kamu dan mereka,dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan keji, janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah, melainkan dengan sebab yang benar”.

Rabi’ bin Khutsaim telah memberikan teladan. Memberikan pelajaran. Memberikan arahan. Semua menjadi jalan menuju kehidupan yang diridhai Allah Azza Wa Jalla. Tak ingin mendapatkan murkaNya, kelak di akherat nanti. Wallahu ‘alam.

(judul asli : Adakah Amalmu bermakna. oleh :Mashadi http://eramuslim.com Kamis, 25 Sep 2008 15:19)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers