Hari ini (15 Juli 2010) ketika saya membaca artikel ( “Blog yang bikin warga PKS murka akhirnya ditutup“) di eramuslim.com sepertinya saya merasakan tulisan itu merupakan cerimanan hati saya yang merupakan puncak kekecewaan saya kepada Partai Keadilan Sejahtera. Yang membedakan waktunya dimana kekecewaan saya sudah saya realisasikan sejak sebelum pemilu tahun lalu termasuk menjadi Golput.
Pada saat acara syukuran khitanan anak bungsu saya tanggal 10 Juli 2010 lalu saya sempat berbincang dengan salah satu kader PKS dimana beliau mengajak saya kembali aktif untuk sama-sama berdakwa melalui PKS. Tetapi dengan alasan yang saya sampaikan yang intinya hampir sama dengan kekecewaan ihwah pembuat blog http://pkswatch.blogspot.com kemudian bukti-bukti seperti tulisan ini semakin menguatkan tekad saya untuk sayonara dengan PKS jadi saya sampaikan kepada rekan saya tadi bahwa biarlah saya berjuang dijalan dakwah lain karena hati saya sudah tertutup untuk PKS dan saya sangat berterima kasih untuk segala bimbingan murabbi kepada saya selama lebih dari 10 tahun yang tentunya banyak mewarnai hidup saya. Biarlah kekecewaan saya menjadi bagian dari hidup saya. Terakhir saya hanya mengucapkan Selamat Tinggal PKS.



Yup, goodbye PKS
Setidaknya PKS akan kehilangan 2 suara tahun 2014, kalo bisa akan ajak orang lain untuk mengikuti jejakku.
Saya pikir tidak ada faedahnya memberika suara bagi sesuatu yang gak istiqomah, yang cuma mau dapat kursi lebih atau 3 besar dengan meninggalkan tuntunan Syariat Islam.
ISLAM BESTWAY, PKS N0WAY
semoga kita selalu mendapat bimbingan dari Allah dimanapun kita berada,,, dan semoga kita selalu mendapatkan aktualisasi pemahaman dari-Nya untuk menjalani kehidupan yang semakin beragam dan penuh denga tantangan ini.
salam
ya, yang dijamin oleh Allah itu Islam, bukan lainnya. Silahkan berjuang di manapun untuk ketinggian kalimat Allah… yang di pks silahkan lanjutkan, yang lainnya juga silahkan teruskan…
Saya terlalu terlambat membaca dan memberi komentar, ya. Tapi saya merasa mendapat penyegaran baru tentang “hanya mencintai dan berharap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala” justru setelah saya membaca blok ini yang saya coba menyeberang ke PKS Watch yang sudah ditutup itu. Saya berharap, semoga “yang” menyimpang segera menyamping dan kembali ke relnya.
Kalau dalam kehidupan di dunia fana ini manusia hanya mengejar dunia tanpa menghiraukan akherat, maka ada beberapa akibat :
pertama, hanya dunialah yang kita dapatkan,
kedua , belum tentu kita dapatkan dunia
dan ketiga , pasti akherat tidak pernah akan kita dapatkan.