Jangan abaikan salat Tahajud, karena dalam pelaksanaannya memiliki makna spektrum yang luas. Di antaranya bisa menjadi manusia yang berprestasi sesuai dengan status dan tugasnya. Artinya, bila menjadi seorang ulama, jadilah ulama yang berprestasi, bila menjadi gubernur, jadilah gubernur yang berprestasi.
Selain itu, berhasil atau tidaknya seseorang dalam kehidupan yang dijalaninya tergantung kepada satu hal, yaitu salat. “Sebaik-baiknya salat setelah salat fardu adalah salat Tahajud. Jika salatnya baik, semua kehidupannya akan lurus dan benar, begitu juga dengan sebaliknya., jangan pernah abaikan salat Tahajud. Berdasarkan penelitian Prof.Sholeh yang telah ia lakukan, salat Tahajud dari segi normatif dan preventif bisa menyembuhkan berbagai penyakit tanpa operasi. Sholat tahajud yang sehat adalah salatnya yang khusyuk, istiqomah (tawakal) serta berlama-lama dalam mengerjakannya” . Waktu yang ideal dalam pelaksanaan salat Tahajud yang sehat ini, jelas Prof. Sholeh, adalah dimana semua gerakan dalam setiap rekaatnya seimbang waktu lamanya. “Untuk satu gerakan (berdiri, rukuk, sujud, iktidal, duduk di antara sujud hingga salam) idealnya 10 menit. Satu rekaat waktu yang pas adalah 30 menit, sehingga dalam penyelesaian 2 rekaat waktu yang dibutuhkan adalah 1 jam. Alhasil salat Tahajud yang lama dan khusyuk punya akibat multi-effect terhadap kesehatan dan tentunya diterima oleh Allah SWT,” .
Pada tanggal 8 Agustus 2007 di Palembang diadakan seminar dan pelatihan Sholat Tahajud yang dibimbing langsung oleh Prof. Sholeh, Aku ikutan praktek Sholat Tahajud yang dibimbing oleh Prof.Sholeh, tadinya mau samaan isteri namun karena ada halangan dimana anak kami yang bungsu demam malam itu maka sepakat aku saja yang ikutan praktek gimana sholat tahajud yang dimaksud oleh Prof.Sholeh itu. Untuk seminar dari pagi hari hingga sore, isteriku yang ikut, sedangkan aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan.
Pukul 00 wib, aku bergerak ke Masjid Darusalam (Masjid Agung) Palembang, aku langsung memasuki ruang utama masjid yang kuyakini sebagai tempat dilaksanakan acara tersebut. Tidak terlalu banyak jamaah yang ada ketika itu. Aku langsung melakukan sholat sunnah tahyatul masjid 2 rakaat setelah itu zikir menunggu dimulainya acara. Satu persatu ruangan masjid bertambah oleh jamaah yang baru datang, sampai suatu saat aku melihat sesosok jamaah menggunakan sorban (syal) hijau memasuki ruangan dan melakukan sholat sunnah tahyatul masjid, dalam hati apa ini sosok prof. Sholeh itu. Tidak lama setelah itu panitia langsung membuka acara dan langsung mempersilahkan Prof. Sholeh untuk memimpin praktek Sholat tahajud. Ternyata feelingku benar, dia memang Prof.Sholeh. Mengawali Paraktek Sholat, beliau menjelaskan beberapa cara pelaksanaan yang perlu dimengerti oleh peserta, dimulai dengan konsentrasi diri kemudian mengatur nafas (tarik nafas dalam dalam, tahan emapat sampai lima hitungan lalu keluarkan pelan-pelan dan temukan nafas Anda seperti nafas orang tidur, lembut pelan dan halus. Kemudian merelaksasikan pikiran dengan cara memperkecil stimulus dan mensugesti diri sendiri dengan megucapkan Allah ketika menarik nafas dan mengucapkan Hu ketika mengeluarkan nafas, rasakan dan niatkan dan lisankan. Atau bisa juga dengan berdo’a, ” Ya Allah hamba ingin menggapai ridhoMu, hamba ingin menggapai ampunanMu, dll. Setelah nyaman dan nyambung kita mulai niat sholat tahajud 2 rakaat baru melakukan Takbiratul ihram, baca do’a iftitah (baca pelan-pelan sampai terdengar lirih ditelinga kita, resapi ayat per ayatnya), lanjutkan dengan Al Fatiha, baca ayat-ayat Al Quran (ayat apa aja boleh). Nah…setelah membaca surat al qur’an kita tidak langsung ruku’ namun diam selama mungkin. ketika bernafas (saat mengihisap udara didalam hati kita barengi dengan lafal Allah dan ketika mengeluarkannya dengan Hu namun hanya dalam hati) setelah tenang masuklah kita dengan apa yang akan kita minta kepada Allah, bisa urusan ekonomi, jodoh, anak,iseteri,suami,pekerjaan, atau masalah akhirat seperti ampunan, dll sesuai yang diinginkan.Terus rasakan tidak terbatas waktunya (nanti kalau sudah nikmat, enggan untuk cepat-cepat menyelesaikannya). Jika sudah cukup lakukan ruku’, lalu sebagaimana tadi diam lagi dan isi waktu diam tersebut dengan berdo’a atau permintaan selama mungkin. Teruskan aktifitas sholat sampai salam. Pelaksanaan parketk sholat di mulai dengan mematikan lampu ruangan masjid, ketika takbiratul ihram, terasa desiran-desiran ingin dekatnya ruh kita kepada sang pencipta, Subhannallah, ketika ayat-ayat yang dibacakan Prof.Sholeh sangat menyentuh sekali begitu juga ketika waktu-waktu diam yang diisi dengan permohonan-permohonan kita yang diiringi dengan hembusan nafas zikri Allah, Allah,Allah. Sungguh kenikmatan yang luar biasa. Berbeda dengan tahajud-tahajud yang pernah aku lakukan, walaupun aku sudah mempelajari cara sholat khusu’ dari Abu Sangkan (yang merupakan salah seorang murid Prof. Sholeh), ternyata praktek sholat tahajud ini melengkapi teknik-teknik sholat khusu’ dengan benar.
Praktek Sholat malam itu dilakukan 2 rakaat, 2 rakaat tahajud dan ditutup dengan sholat witir 3 rakaat (satu salam). Waktu yang dibutuhkan dari pukul 01.00 wib s/d 04.00 wib dilanjutkan dengan muhasabah diri sebagai pelengkap.
Semua peserta nampak puas dengan praktek sholat malam itu………Sehabis sholat subuh ada tambahan praktek Senam tauhid, sebagai pelengkap terapi bagi yang mempunyai penyakit-penyakit kronis (kanker,maag,tumor, dll). Aku ngga’ ikutan, cuma mengambil videonya aja, biar nanti bisa dipraktekkan sendiri dengan isteri di rumah, kalau ikutan takut lupa gerakan-gerakannya.
Alhamdulillah sekarang kalau tahajud 2 rakaat bisa dalam 1 jam dan tak terasa capek, ditambah lagi dengan senam tauhid…badan seger, ngga’ ngantuk paginya. Kalau sudah-sudah habis tahajud, subuh langsung deh badan agak meriang-meriang dan dikantor ngantukan.
Semoga Allah membalas kebaikan yang sudah disebarkan oleh Prof.Sholeh dan menjadikannya termasuk golongan orang-orang yang saleh, Kepada beliua Aku hanya bisa menyampaikan ucapan terima kasih ketika berjabat tangan dan memeluk beliau sehabis sholat tahajud,aku bisikkan ke beliau ” Ustadz terima kasih atas ilmunya “
ass. sebelumya saya ingin minta maaf karena telah mengganggu aktifitas bapak, saya ingin bertanya. bagaimana caranya supaya kita bangun tengah malam kemudian mampu melaksanakan shalat tahajud? terima kasih
Waalaikumussalam WrWb.
Agar kita mampu bangun tengah malam dan melaksanakan sholat tahajud:
1. Ber Azam(niat dengan sungguh-sungguh) bahwa kita akan mendirikan sholat tahajud serta bermohonlah kepada Allah agar diberi kemudahan.
2. Kalau bisa menggunakan Alarm untuk mengingatkan waktunya (bisa pakai : beker/ jam, alarm HP), alat bantu ini kita letakkan agak jauh dari posisi kita tidur agar kita dipaksa untuk bangun untuk mematikan alarm tsb.
3. Lawan perasaaan ngantuk,malas yang timbul ketika kita akan memulai (Klu saya, saya akan bicara didalam hati, saya tidak mau kalah dengan syaitan,ini bujukan syetan maka saya harus segera berwudhu)
4. Ketika kita sudah memenangkan pertarungan bathin dengan syaitan, segeralah mengambil air wudhu
5. Beri motivasi diri kita, kalau yang kita kerjakan imbalan pahalanya sangat besar (tidak mengapa dalam tahap awal kita mengharapkan pahala, nanti lama-kelamaan kita tidak terlalu memikirkan hal itu lagi karena otomatis kita menjalankannya walaupun tanpa adanya iming-iming pahala tsb,inilah yang biasa disebut Lillahi ta’ala).
6. Tahajud ditahap awal sebaiknya agak mendekati subuh ( 1/2 jam atau 1 jam sebelum subuh)sebagai tahap pembelajaran,sehingga kita tidak terlewatkan sholat subuh.
7. Jumlah rakaat tidak perlu banyak tetapi yang penting kualitasnya
Tambahan :
1. Usahakan tidur jangan terlalu larut malam
2. Kalau bisa lakukan tidur disianghari walau hanya sebentar
Mungkin itu sedikit kiat-kiatnya Pak. Semoga kita diberi kekuatan untuk menambah amalan yang dicontohkan Rasulullah ini dan saya do’akan Bapak menjadi ahli tahajud setelah ini. salam
Would you like to see my articles in bukisa.com/r/cyberneverty?
Jazaakaullaahu khairan atas nasihatnya, mudah2an berguna!
Jazaakaullaahu khairan katsiiraan!
subhanallah , tak ada kekuatan selain kekuatanmu ya robby,
malam bagi orang orang yang enggan menemui robb nya tapi siang bagi orang orang yang rindu akan robbnya itulah waktu yang otomatis bagi kita yang rindu menghadap kepadanya, jadi kita ga usah pasang wekker atau nada dering lainnya untuk membangunkan kita pada tepat waktunya kita akan dibangunkan sendiri oleh sang kholiq dengan media yang dikehendakinya , allahhu akbar
Assalamualaikum wr.wb.
bolehkah saya bertanya??
seputar solat malam (qiyaamullail) dan solat tahajud
pertanyaannya, bolehkan kita dalam 1 malam melaksanakan 2x solat tahajud atau lebih baik melaksanakan qiyaamullail yg lain??
sebagai misal kita sudah melaksanakan solat tahajud di sepertiga malam ke2 (sudah tidur terlebih dulu), kita kemudian tidur tapi jika kita terbangun lagi di sepertiga malam yg paling utama, apakah kita boleh melaksanakan solat tahajud lagi??atau mungkin lebih baik melaksanakan qiyaamullail or solat sunnah yg lain (malam)??
dan pertanyaan terakhir, solat apa sajakah yang termasuk qiyamullail??
Terimaksaih…
Wasalamualaikum wr. wb.
Waalaikumussalam wr wb,
Dalam 1 malam kita mengerjakan lebih dari satu kali sholat tahajjud tidak masalah (tidak ada nash yg melarang hal tsb dilakukan).
Tahajjud sama dengan qiyaamullail
Tahajjud adalah shalat sunnat yang dikerjakan di malam hari setelah terjaga dari tidur. Shalat tahajjud termasuk shalat sunnat mu’akad (shalat yang dikuatkan oleh syara’).
Shalat tahajjud dapat dilakukan kapanpun pada malam hari asalkan pelakunya sempat tertidur. Namun waktu paling utama untuk melakukannya adalah pada sepertiga akhir dari malam.
Ada yang berpendapat Tarawih dan witir termasuk dalam Qiyaamullail namun tidak disyaratkan tidur terlebih dahulu.
Tarawih adalah shalat sunnat yang dilakukan khusus hanya pada bulan Ramadhan. Tarawih dalam bahasa Arab diartikan sebagai “waktu saat untuk istirahat”. Waktu pelaksanaan shalat sunnat ini adalah selepas Isya’, biasanya dilakukan secara berjama’ah di masjid. Fakta menarik tentang shalat ini ialah bahwa Rasulullah hanya pernah melakukannya secara berjama’ah dalam 3 kali kesempatan. Disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kemudian tidak melanjutkan pada malam-malam berikutnya karena takut hal itu akan menjadi diwajibkan kepada ummat muslim.
Andai pada pelaksanaan sholat di malam hari kita hendak mengerjakan sholat lain selain Tahajjud ya boleh-boleh saja misalnya sholat hajat, sholat istikharah, sholat mutlak dan lain-lain. Wallahu a’lam bishowab.
Barrakallahu fikh.
Salam
…Assalamu’alaikum,,,
Bpk, mw bertanya, saya tertarik sekali dengan artikel anda,
terima kasih
Pertanyaan saya,,,
kenapa ya meskipun saya udah niat untuk Sholat mala, tapi tetap saja susah bangun???
Sukron.
Mbak Nita,
Niat saja mbak sudah dapat 1 pahala kebaikan, Subhanallah. Kalau susah bangun coba baca kiat-kiat yang saya tulis di comment tanggal 19 Agustus 2008 di atas. Semoga Allah memudahkan niat baik mbak untuk mendekatkan diri kepada-Nya. salam
Assalamu’alaikum,,,
Mohon masukan, saya akhir-akhir ini sudah mencoba untuk melakukan sholat tahajud, tetapi pola saya yaitu 2 rakaat sholat sunah sebelum sholat tahajud, lalu dilanjutkan dengan 8 rakaat sahalat tahajud dengan cara setiap 2 rakaat salam, setelah itu lalu langsung sholat witir 3 rakaat tanpa ada tahiyat awal, Nah dalam pelaksanaan terkadang saya hanya membaca surat Al-Fatihah, Karena minimnya hafalan surah pendek pada diri saya pribadi, Menurut tanggapan Bapak pribadi, Bagaimana tentang sholat tahajud yang saya kerjakan???
Waalaikumussalam Warohmatullohi wabarokatuh,
@Shuhada.
Subhannallah, Anda sudah melakukan 1 langkah kebaikan didepan yang tidak semua orang bisa melakukannya. Sholat yang Anda lakukan Insya Allah tetap sah, karena ayat yang menyertai Al Fatihaa sifatnya sunnah. Nah agar sholat kita lebih bernilai disisi Allah tentunya terus kita sempurnakan sesuai dengan sunnah Rasul, artinya Anda tinggal menambah bacaan sunnah surah surah pendek dulu setelah bacaan Al Fatihaa.
Untuk memudahkan hafalan, bisa dilakukan dengan sering mendengar bacaan baik dari kaset, tape, komputer lalu cobalah mengambil waktu ba’da subuh untuk menghafal. Alhamdulillah saya sendiri sedang melakukan hafalan dan saya bercita-cita untuk bisa menghafal Al qur’an.
Ada bacaan juz amma yg biasa dipakai utk menghafal, coba baca tulisan di blog ini :
http://abusyafwan.blogspot.com/2009/05/oleh-oleh-kaset-muratal-juz-ama-yang.html
Salam
aslm. begitu indah saat kita menghadap illahi ROBB disaat gelapnya malam da saat insan terlelap oleh tidurnya.
assalamua’laikum wr wb,
beberapa hari ini saya berusaha untuk konsisten terhadap sholat tahajud, untuk menghadirkan khusuk yang terkadang belum bisa, kalau boleh adakah modulnya yang bisa untuk saya, begitu juga senam tauhid, terimakasih
waassalamualaikum wr wb
ass,saya mau tanya pak.saya seorang pekerja yg ada shiftnya.sementara kl shift malam sy tdk boleh tidur.padahal sy mau sholat tahajud.kl sy melaksanakan sholat tahajud tanpa tidur,kira2 sah apa tdk sholat sy pak.trimakasih ats jwbn bkp.wss.
waalaikumussalam,
Bpk Suhendra yang dimuliakan Allah, Semoga Allah mencatat kesungguhan Bpk utk mendirikan sholat tahajud.
Sholat tahajud sebenarnya adalah sholat lail (malam).Waktu shalat tahajud adalah setelah mengerjakan shalat isya hingga terbit fajar (subuh).
Memang terjadi khilafiyah antara harus tidur dahulu atau tidak Dimana anjuran tidur dahulu karena Rasulullah selalu melakukan setelah tidur walaupun hanya sekejap namun ada dalil yang tidak harus tidur terlebih dahulu. Dalilnya adalah sebagai berikut:
Dari Kharijah bin Hudzafah, dia berkata, Rasulullah keluar kepada kami dan bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menghadiahkan kepada kamu satu shalat yang lebih baik bagi kamu sekalian daripada onta merah, yaitu witir Allah jadikan waktunya bagi kamu antara shalat isya hingga terbit fajar.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ad-Darimi)
Dari Abdullah bin Umar dia berkata, seorang laki-laki bertanya kepada Nabi s.a.w. dan Nabi sedang berada di atas mimbar, “Apa pendapatmu tentang shalat malam.” Nabi menjawab, “Shalat malam dua raka’at, dua raka’at. Jika kamu khawatir keburu datang waktu shubuh maka shalatlah satu raka’at sebagai witir. Nabi juga bersabda, “Jadikalnlah witir sebagai penutup shalat malammu.” (HR. Bukhari).
Waktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat tahajud adalah sepertiga akhir malam karena pada saat tersebut Allah s.w.t. turun ke langit dunia untuk mengabulkan permintaan orang yang berdoa, mengampuni orang yang bertaubat dan beristighfar serta memberikan perlindungan kepada orang yang minta perlindungan. Jadi dari dalil di atas tentunya tidak ada halangan bagi Bpk untuk mendirikan sholat tahajud. Wallahu A’lam bishawwab.
Ass.
Semoga kesempatan dari Allah bisa memelihara surga kita, amien.
Wass.
Ya Allah,,,Mudah-mudahan Engkau dapat menerima amalan-amalan dari mereka yang mengerjakan sholat Tahajud karena RidhoMu ya Rabb…. Amin…
assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
pak saya masih sedikit bingung dengan waktu sholat tahajjud yang paling utama yaitu sepertiga akhir malam, itu sekitar jam berapa pak?
trima kasih sebelumnya.
assalaamu’alaikum.. semoga masih sempat di balas..
salam kenal nama saya suntama pangilnya tama..
bgini pak saya teh kpengen banget meninggalkan suatu perbuatan yg sudh memberatkan punggung saya.. saya kpngen shalat tahajud berdo’a sama Allah.. tapi gmna ya spy meyakinkan saya.. bahwa saya memang harus benar-benar melakukan shalat tahajud..
dan satu lagi bagaimana caranya menjauhi sifat riya.. trimakasih ..
wassalaam..
Assalamualaikum
memang benar ya pak dengan shalat tahajud apa yg kita minta pada ALLAH terwujud atau dikabulkan?
dan kalau kita shalat tahajud karna sedang ingin mengharapkan sesuatu agar keinginan terkabul itu tidak di halalkan atau justru halal-halal saja?
Aslm, nama sy aan, mau nanya nih, praktek sholat tahajud oleh ustad sholeh diatas, pada rakat 1, stlh baca surah alqur’an td lgsung ruku’ tp brdoa dahulu apa yg kt mau, stlh br ruku dan brdoa lg, apakah hal ini kt lakukan juga pada rakaat yg ke2 trims
Aslm, nama sy aan, mau nanya nih, praktek sholat tahajud oleh ustad sholeh diatas, pada rakat 1, stlh baca surah alqur’an tidak lgsung ruku’ tapi brdoa dahulu apa yg kt mau, setelah itu br ruku dan brdoa lg, apakah hal ini kt lakukan juga pada rakaat yg ke2 trims
Waalaikumsalam,
@susan, 1/3 malam kita tentukan dulu tengah malamnya krn dimasing daerah berbeda. nah misal waktu maghrib pkl.6, waktu subuh pkl. 5 maka waktu tengah malam pkl.11.30 , maka 1/3 malam dimulai +/- pkl. 14.30
waalaikumsalam, betul mas Aaan bisa lakukan di rakaat ke dua.
Ass, tolong pak diinformasikan kepada sy jika ada pelatihan serupa lagi di palembang. Bisa sms ke hp sy : 081278353137. Tk
Alhamdulillah, terpuruknya kehidupan sy dulu tp dg seringnya Sholat Tahajud. Allah memudahkan & melancarkan segala urusan sy, baik urusan dunia maupun akhirat…
Assalamualaikum…
Pak Saya Ingin Bertanya Tentang Yang Dimaksut Dengan Qiamulail Itu Apa ???
Dan Solat Apa saja Yang dilakukan,,,??
Kalau Bisa Tolong Beri Tahukan TataCaranya Dan Niatnya JUga…
Terimakasih,,,
Kiat agar bisa bangun malam adalah minum air matang sekitar 300ml (1,5 gelas) dingin/hangat sebelum berangkat tidur, sehingga ditengah malam bangun untuk buang air seni. Nah saat itulah setelah pipis dilanjutkan sikat gigi, wudlu dan sholat. Tapi Niat yang kuat memang sangat penting.
aslmlkm…sya masih bingung nie…sholat tarawih+witir trus tahajud+witir atau sholat tarawih-tahajud+witir….ada yg tau hadis yg benar bt hal ini?
Akh Eko : Bolehkah shalat sunnah lagi setelah shalat witir?
Ada dua pendapat di kalangan ulama, hanya saja pendapat yang lebih tepat dalam masalah ini adalah pendapat mayoritas ulama yang menyatakan: Bolehnya melakukan shalat sunnah lagi sesukanya walaupun dia telah mengerjakan shalat witir, hanya saja tidak boleh lagi dia mengerjakan shalat witir, karena tidak boleh ada dua shalat witir dalam satu malam.
Dalil-dalil pendapat ini adalah:
a. Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ خَافَ مِنْكُمْ أَنْ لاَ يَسْتَيْقِظَ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ فَلْيُوتِرْ مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ ثُمَّ لْيَرْقُدْ
“Barangsiapa di antara kalian yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, maka hendanya dia shalat witir di awal malam lalu dia tidur.” (HR. At-Tirmizi no. 1187 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani rahimahullah).
Dari hadits ini bisa dipetik pendalilan bahwa jika orang tersebut bangun di malam hari -padahal sebelumnya dia sudah witir sebelum tidur-, maka dia masih diperbolehkan untuk shalat.
b. Hadits Ummu Salamah radhiallahu anha yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah melakukan shalat dua rakaat sambil duduk setelah melakukan witir. Diriwayatkan oleh At-Tirmizi no. 471 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani rahimahullah.
c. Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata tentang sifat shalat lail Nabi shallallahu alaihi wasallam:
كَانَ يُصَلِّى ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّى ثَمَانَ رَكَعَاتٍ ثُمَّ يُوتِرُ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat (lail) 13 raka’at. Beliau memulai dengan shalat 8 raka’at kemudian beliau berwitir (satu raka’at). Kemudian setelah itu beliau melaksanakan shalat dua raka’at sambil duduk.” (HR. Muslim no. 738)
Adapun sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا
“Jadikanlah akhir shalat malam kalian dengan ganjil (witir).” (HR. Al-Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751).